Generasi Manusia



Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kita disuguhkan dengan berbagai informasi dan terhubung dengan berbagai orang dengan berbeda-beda karakter dan pemikiran. Pemikiran anak muda sekarang berbeda dengan pemikiran yang dimiliki orang dewasa atau orang tua. Perbedaan itu karena tiap manusia lahir pada periode waktu yang berbeda. Kita hidup saat ini di tahun yang sama tetapi lahir dari generasi yang berbeda.


Generasi sederhananya dipahami sebagai kelompok orang yang lahir pada periode tertentu sehingga mereka memiliki kesamaan karena mengalami peristiwa penting bersama. Sebuah generasi lahir di situasi dunia tertentu yang secara langsung ataupun tidak, mempengaruhi pola pikir, kondisi mental, karakter dan tujuan hidupnya.


Pemahaman terhadap karakteristik tiap generasi manusia sangat penting. Sebab akan mempengaruhi bagaimana kita menyesuaikan diri, berinteraksi, bekerja sama mengelola kelebihan dan kelemahan antar generasi. Alangkah baiknya kita ulas dan pahami bersama karakteristik berbagai generasi yang masih hidup saat ini.

Greatest Generation / G.I Generation (1901-1927)

Greatest Generation - Generasi Pekerja Kera

Jumlah orang yang masih hidup dari generasi ini mungkin tidak banyak. Tetapi perlu kita pahami generasi ini sebab berpengaruh dengan generasi setelahnya. Mungkin nenek-kakek atau orang tua nenek-kakek Anda berasal dari generasi ini.


Generasi ini pernah mengalami dan merasakan langsung peristiwa penting seperti Perang Dunia I dan II. Selain itu dunia pernah mengalami Great Depressin yang membuat ekonomi dunia melemah. Hanya bangsa kuat yang memiliki kehidupan yang baik, untuk bangsa terjajah akan membentuk karakter tersendiri yang juga akan berpengaruh pada generasi setelahnya.


Di lingkup Asia, generasi yang lahir di era ini berjuang untuk memerdekakan bangsanya dari penjajah sehingga bisa disebut juga generasi pembangun bangsa. Karena banyak sekali mengalami peristiwa besar penting dunia, tidak sedikit yang mengalami trauma pasca perang sebab banyak sekali alam yang rusak, rumah mereka dihancurkan sehingga sulit melanjutkan kehidupan pasca perang.

Sisi lain, generasi ini memiliki nilai positif seperti cenderung loyal dengan organisasi yang diikuti, kemampuan bekerjasama yang sudah terbukti bahkan cenderung bersedia mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Selain itu, generasi ini dikenal generasi pekerja keras. “Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Sehingga mereka cenderung bersedia mengorbankan waktu bersenang-senang demi menjalankan tugas dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Silent Generation / The Lucky Few (1928-1945)

Silent Generation - generasi dengan kewaspadaan tinggi

Generasi ini adalah generasi pasca perang dunia. Tetapi belum merasakan kehidupan yang damai. Sebab mereka mengalami peristiwa perang dingin yang berlangsung sangat lama dan situasi politik dunia juga pasang surut. Seperti Indonesia, setelah lepas dari penjajahan Belanda ternyata masih ada Jepang yang menjajah. Lalu pasca kemerdekaan belum benar-benar merdeka sebab penjajah masih berusaha untuk menguasai sebagian wilayah Indonesia.


Tiap negara masih saja menguatkan persenjataan dan siap menjajah bahkan melakukan perang kembali jika kepentinganya terganggu. Sehingga generasi ini masih merasa was-was karena dunia belum sepenuhnya damai.


Dengan situasi dunia seperti diatas, generasi ini belajar dari senior (atau mungkin orangtuanya) untuk menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Sikap ini karena dunia mengalami situasi ketidakpastian yang sangat lama, kapanpun bisa terjadi perang lagi. Mereka pun cenderung bekerja sesuai dengan sistem dan enggan melawan pemerintah secara terang-terangan.

Baby Boomers/Rock n Roll Generations (1946-1964)

Baby Boomers - generasi dengan memiliki banyak saudara

Generasi ini disebut generasi terbesar di dunia. Orang tua mereka yang sebagian besar Great Generation sudah pulang pasca perang dan ingin membangun keluarga mandiri. Sehingga tidak heran tingkat kelahiran pasca perang dunia II sangat tinggi. Satu pasangan keluarga bisa melahirkan lebih dari 2 anak bahkan bisa puluhan anak.


Generasi ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang fokus untuk memerdekaan bangsa. Generasi ini lebih fokus untuk mulai membangun bangsa, otomatis mereka menganggap pekerjaan adalah salah satu bahan evaluasi hidup. Begitu juga dengan bagaimana mereka menilai orang lain dengan mempertimbangkan jenis dan status pekerjaan. Untuk ukuran tertentu ada profesi yang di idamkan misalnya sebagai guru, dokter, dan militer.


Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi ini tidak begitu mementingkan keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Mereka lebih mementingkan kehidupan pribadinya. Namun tidak membuat generasi ini lebih mementingkan ego pribadi, mereka masih bisa diajak bekerja sama dengan baik.


Generasi ini juga mulai meinginkan dan membuat dunia dan negaranya lebih baik. Mereka lebih optimis untuk memandang masa depan. Semangat mereka bukan lagi merebut kemerdekaan tetapi mempertahankan dan mengisinya lebih baik. Sebab itu mereka mulai berupaya membuat bangsanya mengalami kemajuan dan mulai memperhatikan hak asasi manusia setelah sebelumnya mengalami penjajahan yang tidak mempedulikan hak asasi manusia.

Generation X/Gen X (1965-1980)

Gen X - generasi MTV

Generasi ini terhimpit diantara dua generasi besar. Mereka mengalami secara langsung berakhirnya perang dingin seperti runtuhnya tembok Berlin. Sebelumnya dari bangsa yang tertutup menjadi bangsa yang membuka diri terhadap pengaruh asing.


Generasi ini bisa juga disebut Generasi MTV. Dimana saat itu mulai terjadi tren pop-culture. Konten video musik mulai berpengaruh bahkan tidak jarang tren ini menjadi bahan untuk mendongkrak reputasi.


Gen X dibesarkan oleh orang tua dari yang lebih mementingkan kehidupan pekerjaan dibanding kepentingan pribadi. Orangtuanya worka holic sehingga membuat anaknya memiliki presepsi berbeda dalam memandang pekerjaan. Di era ini, mulai muncul istilah jam kerja lebih fleksibel. Mereka menginginkan kontrol atas waktu kerjanya. Tetapi bukan berarti mereka malas, melainkan berupaya untuk mengukur seberapa efektif bekerja.

Generasi Millennials/Gen Y (1981-1997)

Gen Y / Millenials - generasi yang sangat adaptif dan terbuka

Millennials menjadi generasi terbesar. Menjelang dewasa mengalami peristiwa penting seperti dalam politik, masalah gender dan ras bukan menjadi hal yang utama. Contoh USA mulai memiliki presiden berkulit hitam, Halimah Yacob menjadi presiden Muslimah pertama di Singapura. Sehingga perbedaan pada generasi ini sudah mulai dihargai.


Generasi ini memiliki optimisme yang sangat tinggi. Salah satu sebabnya karena perkembangan teknologi internet dan globalisasi yang membantu mereka melakukan pekerjaan. Dengan adanya internet mereka dengan mudahnya mengetahui dunia luar, perkembangan lintas negara, nilai-nilai dan budaya lintas bangsa mulai masuk seperti K-Pop yang mulai disukai oleh masyarakat Indonesia. Sehingga tidak heran jika Millennials sangat multikultur dan sangat terbuka dengan perbedaan.

Generasi Z/Gen Z (1998-2010)

Gen Z - lahir pasca internet ditemukan

Generasi yang sejak lahir sudah dikenalkan dengan dunia internet. Masa anak-anak pun mereka sudah dikenalkan dengan teknologi yang sangat canggih seperti smartphone, tablet, laptop, dll. Sehingga tidak jauh berbeda dengan Millenials, generasi ini sangat multikultur dan tidak mementingkan perbedaan.


Berikut sekilai video untuk membahas generasi manusia.


https://www.youtube.com/watch?v=IfYjGxI6AJ8


Setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Masing-masing lahir di situasi dunia yang berbeda sehingga membentuk karakter dan pandangan hidup yang berbeda. Pemahaman akan perbedaan generasi ini menjadi penting sebab akan mempengaruhi kualitas interaksi dan hubungan yang kita miliki.


Jika Anda seorang orang tua yang lahir di generasi tertentu maka jangan samakan dengan pemikiran Anda kepada anak yang tidak sesuai dengan jamannya. Misalnya orangtua yang lahir di jaman Baby Boomers, mereka memiliki pandangan sendiri terkait pekerjaan dan profesi yang baik. Seiring berjalannya waktu profesi tersebut bisa saja berubah nilai di kemudian hari. Sebab zaman sudah berkembang jauh, jangan arahkan anak Anda untuk memilih profesi tertentu yang bukan minat atau keinginan anak.


Sebagai anak juga perlu memahami orang tua lahir dari generasi apa. Misalnya Anda memiliki orang tua yang lahir dari generasi Baby Boomers, punya saudara sangat banyak bisa lebih dari empat bersaudara bahkan belasan. Orang tua Anda memiliki keinginan tertentu terhadap pekerjaan yang Anda pilih, profesi tertentu sangat disarankan untuk dipilih. Pahamilah bahwa profesi yang dipilih menjadi profesi terbaik di jamannya, pada intinya orang tua Anda menginginkan yang terbaik untuk kehidupan Anda. Jika Anda memiliki pilihan profesi lain yang lebih baik sesuai dengan yang Anda inginkan dan perkembangan jaman maka sebagai generasi Millenials sampaikan informasi yang Anda miliki dengan baik, sebab bisa jadi orang tua Anda tidak memiliki pemahaman dan pengetahuan yang banyak. Sehingga sampaikanlah dengan baik sehingga kualitas hubungan tetap terjaga.


Sekilas diatas adalah salah satu contoh pentingnya memahami karakteristik tiap generasi. Bisa Anda pahami dan terapkan dalam bidang kehidupan lainnya : bekerja, usaha, interaksi dalam komunitas, memilih pemimpin yang baik.

Pesan untuk orangtua, puisi oleh Khalil Gibran :

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.


0 komentar:

Posting Komentar