VISI Itu Bikin Hidup Makin HIDUP



Mendengar kata VISI bisa jadi ada beberapa hal yang terbersit dalam benak kita. Apa visi itu? Apa visi saya? Bagaimana kabar visi saya? Sudahlah lupakan saja visi sebelumya. Atau ekstrimnya sudah trauma mendengar hal tersebut. Anda pastinya memiliki kesan sendiri tentang sebuah visi. Sebelum saya menjelaskan hasil pemikiran saya tentang visi, alangkah baiknya kita pahami dulu apa VISI itu.

Visi adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan; pandangan atau wawasan ke depan (KBBI). Dalam versi lain, Visi adalah pandangan jauh atau tujuan suatu perusahaan atau lembaga pada masa yang akan datang. Visi memiliki sifat : berorientasi ke depan, mengekspresikan kreatifitas, berdasarkan nilai-nilai yang mengandung penghargaan dari masyarakat. Pada intinya, visi yaitu berorientasi ke depan, sesuatu yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang. Visi tidak hanya dimiliki oleh suatu perusahaan/organisasi/lembaga tetapi sebagai individu kita juga bisa memiliki sebuah visi. Sesuatu yang ingin kita wujudkan/capai di kemudian hari. Biasanya bisa disebut sebagai mimpi, impian, cita-cita.


Visi itu sebuah tujuan. Untuk mencapai sebuah tujuan kita tidak mungkin berdiam diri dan tiba-tiba kita sudah bisa mencapainya. Ibarat kita memiliki tujuan untuk liburan, pasti akan kita siapkan dengan sungguh-sungguh agar liburan bisa berjalan lancar sesuai yang diinginkan. Tanpa ada sebuah rencana dan persiapan yang baik, niscaya tujuan itu tidak akan tercapai. 



Dalam teori perencanaan untuk mencapai sebuah tujuan ada beberapa langkah yang harus dipahami:

Mengetahui jalan yang bisa mengantarkan pada tujuan.

Dalam setiap pencapaian tujuan kita perlu mengetahui jalan mana yang bisa mengantarkan kita pada tujuan. Bisa jadi ada beberapa jalan yang bisa mengarah kepada tujuan. Sebisa mungkin kita mengetahui banyak jalan yang nantinya akan kita pilih jalan mana yang terbaik. 

Mengukur kondisi internal dan eksternal.

Ketika sudah mengetahui jalan maka perlu mengukur kapasitas diri sebab setiap jalan pasti memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Sehingga perlu dipilih jalan mana yang paling sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal meliputi kelebihan, kelemahan dan hal-hal yang bisa mendukung atau menghambat untuk mencapai tujuan. Sedangkan kondisi eksternal perlu dipahami hal apa saja yang melingkupi tujuan dan mana yang bisa mendukung atau menghambat. 

Memilih atau menentukan langkah apa saja yang harus dilakukan.

Langkah terakhir Anda perlu membuat dan menentukan strategi apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi diri. 






Ketahui jalan mana saja yang mencapai visi


Visi menjadi suatu pandangan ke depan yang akan diwujudkan. Dalam jangka waktu berapa tahun kita bisa mewujudkannya bergantung beberapa hal :

Gambaran tujuan

Tujuan yang ingin dicapai memiliki kriteria dan syarat tertentu. Dan tujuan tersebut apakah bisa Anda capai seorang diri ataukah memerlukan bantuan dan kerjasama dari pihak lain. Waktu yang diperlukan juga berbeda-beda, semakin besar visi Anda maka semakin membutuhkan waktu yang lama untuk mencapainya.

Jalan yang harus ditempuh

Dengan visi yang sama bisa saja waktu untuk mewujudkan tiap orang berbeda-beda sebab bergantung jalan yang dipilih. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui jalur mana saja yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan. Artinya Anda harus siap jalur A, B, C, dst sebab dalam proses mencapai tujuan mesti ada hambatan. Bisa saja Anda memilih jalur A tetapi seiring jalannya waktu jalur tersebut di tengah jalan ditutup. Apakah Anda tetap menunggu sampai jalur itu terbuka? Apakah Anda yakin jalur itu dibuka? Jika ditutup untuk selamanya apakah Anda siap merubah jalur? Sudah tau dan siapkan Anda berubah jalur? 


Berubah jalur atau tidak itu keputusan Anda, jangan sampai Anda membuang waktu menunggu sebuah jalur terbuka dan terjebak dengan zona nyaman, dan Anda sendiri sebenarnya tidak tau apakah jalur tersebut nantinya akan terbuka untuk Anda atau tetap tertutup.


Jika memang jalur itu tertutup, Anda tidak perlu kecewa dan bersedih karena Anda sudah menyiapkan diri untuk menempuh jalur lain walaupun tantangannya lebih sulit. Tujuan dan visi itu adalah milik Anda, sehingga Anda yang menentukan sendiri kesuksesan Anda. Kondisi eksternal yang membuat Anda merubah jalur memang tidak bisa dikendalikan. Tapi Anda bisa mengendalikan kondisi internal dengan menyiapkan diri dan memilih jalur lain. 


Sehingga jalan mencapai tujuan/visi perlu Anda pahami dan siapkan alternatif jalannya. Dan perlu Anda pahami juga konsekuensi tiap alternatifnya, sebab tiap pilihan pasti ada konsekuensi. Walaupun lebih berat tapi jalur itu harus Anda tempuh maka pilihlah dan jalankan. 


Kesungguhan usaha

Usaha Anda juga menentukan seberapa lama dan cepatnya tujuan tercapai. Jika Anda banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan tidak ada hubungannya dengan tujuan maka sia-sia. Setiap usaha selalu membutuhkan pengorbanan, jika Anda tidak siap berkorban maka bisa jadi visi Anda hanya menjadi lagu pengantar tidur.

Perubahan kondisi

Kondisi internal dan eksternal bisa saja berubah yang dulunya mendukung jadi menghambat, dan sebaliknya. Jika berubah jadi menghambat maka menjauhkan Anda dari tujuan. Jika berubah jadi mendukung tentu bisa mendekatkan Anda pada tujuan.

Perubahan kondisi bukan berarti merubah jalan Anda. Bisa saja Anda masih berada di jalan yang sama tetapi ada kondisi tertentu yang membuat Anda berjalan lebih lambat. Otomatis tujuan Anda lebih lama untuk tercapai. Walaupun bisa juga perubahan kondisi tertentu merubah pilihan jalan Anda. Perubahan itu sendiri sulit dikendalikan maka kendalikan saja apa yang bisa Anda kendalikan.



Manfaat hidup memiliki sebuah visi

Sebagai kompas hidup

Mengutip kata Ir. Sukarno “Cita-cita (visi) itu adalah kompas kehidupan”. Ya, memang kompas kehidupan yang memberikan kita arah berjalan kemana. Tujuan pun membantu kita untuk menyaring hal-hal apa saja yang harus kita lakukan dan tinggalkan.

Membentuk karakter dan mental

Tujuan yang ingin dicapai pasti memiliki sebuah tantangan. Dimana tantangan itu akan membentuk karakter dan mental kita. Semakin berat tantangan maka pasti akan lebih menguatkan diri. Karena keinginan yang tinggi untuk mencapai tujuan otomatis akan membuat kita semakin tekun, sungguh-sungguh dan tidak gentar menghadapi masalah.

Menggerakan kreativitas

Jika Anda merasa terancam ketika semakin jauh dari tujuan maka akan mengeluarkan kreativitas dan menggerakkan Anda membuat inovasi terbaik. Tidak mungkin inovasi muncul tanpa kekuatan dari sebuah tujuan. Anda akan memeras potensi diri dan melakukan yang terbaik sampai tujuan terwujud.

Menghasilkan karya dan mengukir keabadian

Jika visi Anda tercapai maka ada perubahan yang dihasilkan. Ada manfaat yang dirasakan baik untuk diri sendiri dan juga untuk sekitar. Jika visi itu nantinya terus dikenang maka Anda membuat sebuah amalan dan karya sepanjang masa walaupun Anda sudah tiada. Manusia bisa meninggal tetapi namanya bisa saja abadi dan karyanya terus dirasakan dan dinikmati. Seorang yang memiliki visi tidak perlu khawatir jika tujuannya tidak tercapai, sebab kesungguhannya untuk mencapai tujuan, sikap dan mentalitasnya itu adalah sebuah karya yang nantinya akan ditiru oleh generasi penerus. 


Sebuah penelitian : ada dua orang diberi tugas dan sebagai imbalannya diberi sebuah eskrim kepada masing-masing . Si A ditawari apakah eskrim diterima di awal atau di akhir, ia memilih menerima di awal. Sedangkan si B ditawari menerima eskrim di awal atau di akhir, ia memilih menerima di akhir. Ketika waktu menjalankan tugas ada perbedaan dari keduanya. Si A ketika menemui tantangan cenderung merasa malas, tidak semangat dan minim kreativitas. Sedangkan si B menemui tantangan cenderung lebih dinamis, tekun mencari solusi, dan tidak berhenti sebelum tugasnya selesai. Perbedaannya adalah si A hilang motivasi karena sudah mendapatkan imbalan. Sedangkan si B terus berjuang sampai tugas selesai karena belum merasakan nikmatnya imbalan.



Dari ilustrasi diatas bisa dipahami bahwa seseorang yang hidup dengan tujuan akan lebih dinamis, tahan banting dan kuat. Sebab ia belum merasakan nikmatnya mencapai tujuan. Sehingga ketika kita hidup dengan visi maka akan banyak manfaat yang kita dapatkan baik selama proses dan hasil akhirnya. Dalam proses kita akan mendapatkan karakter, mentalitas, kemampuan terbaik. Dan hasilnya kita akan merasakan nikmatnya mencapai tujuan dengan segala imbalannya. 


Tiap orang mungkin memiliki visi yang berbeda-beda, sebuah karya yang dihasilkan untuk memberikan manfaat bagi sesama. Namun, visi yang berbeda itu pasti akan mengarah pada suatu imbalan yang sama yaitu semua manusia ingin mendapatkan SURGA. Namun pertanyaannya, apakah imbalan tersebut kita rasakan di awal? So, jangan berhenti berjuang mencapai visi dan tujuan Anda. 


Bagi yang baru memulai untuk mencapai visinya, lanjutkan dan pertahankan. Lakukan yang terbaik di setiap kondisi Anda. Bagi yang ragu dan bingung memulainya, mari awali langkah berproses mencapainya (#MulaiAjaDulu). Yang terpenting Anda memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai dimana tujuan tersebut adalah sebuah karya terbaik Anda. Bagi yang belum memiliki sebuah visi, mari pikirkan dan renungkan apa yang ingin Anda wujudkan.


Mengutip dari buku 7 Habbit for Effective People :


Bayangkan Anda akan menghadiri sebuah acara duka orang yang Anda kenal, dimana Anda menyiapkan diri untuk menghadirinya. Saat Anda datang di rumah tersebut, banyak orang menangis karena kehilangan mulai dari keluarga, rekan kerja dan teman-teman Anda. Anda mulai berjalan memasuki rumah duka, sambil jalan Anda melihat banyak sekali orang menangis semakin membuat Anda ikut merasakan kehilangan.

Kemudian Anda sampai di ruang utama, Anda melihat ada seorang yang ditutup dengan kain sebagai tanda itulah orang yang tiada. Anda diberi kesempatan untuk melihatnya. Dan ketika Anda membuka kain tersebut, ternyata Anda melihat bahwa orang yang tiada itu adalah diri Anda sendiri. Lalu acara mulai memasuki sambutan dari masing-masing orang yang kenal Anda mulai dari istri/suami, keluarga, saudara, rekan kerja, teman, dan tetangga. Anda mulai bingung apa yang akan disampaikan oleh masing-masing pihak. Apa yang ada dipikiran mereka tentang Anda, positif atau negatif. Dan Anda sendiri ingin mengendalikan tentang apa yang ingin mereka sampaikan.

Maka pikirkan mulai sekarang apa hal yang ingin Anda tanamkan dalam benak keluarga, rekan kerja dan sekelling Anda tentang bagaimana sosok Anda, apa yang ingin Anda tinggalkan untuk mereka? Apakah Anda meninggalkan banyak kebaikan atau sebaliknya?

So, jangan takut untuk merencanakan, jangan takut untuk memiliki sebuah VISI dan mewujudkannya.



“Tetaplah setia pada mimpi mu. Jaga terus api semangatmu. Pertahankan terus harapanmu. Dan lakukan yang terbaik untuk dirimu dan sesamamu.”  [Moch. Rizky]


VISI itu bikin hidup makin hidup. [VISIO Terapi]



24032019

0 komentar:

Posting Komentar