You are Decision Maker




Setiap hari, mulai bangun tidur sampai tidur lagi kita dihadapkan banyak pilihan. Menurut penelitian, tanpa disadari kita dalam sehari membuat keputusan hingga 35.000. Kita punya banyak hal yang perlu kita putuskan mulai dari hal sederhana sampai hal kompleks. Setiap pilihan tersebut akan kembali ke kita, apakah membuat kita lebih baik atau sebaliknya.


Seperti kata pepatah, waktu adalah uang. Kita bisa menggunakan uang untuk beli apapun : makanan, pakaian, pulsa, buku, sepatu, rokok, dll. Semua yang kita beli manfaat dan dampaknya kembali ke diri sendiri. Sama halnya dengan waktu. Kita bebas menggunakan waktu kita untuk apa saja : belajar, sekolah, kerja, liburan, tidur, makanan, kumpul dengan teman, olahraga, dll. Setiap keputusan waktu yang kita gunakan cepat atau lambat kembali ke kita sendiri.


Apakah uang kita digunakan untuk hal tepat? Apakah waktu kita digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat?


Tahapan hidup ini sederhana, B-C-D. Kita lahir (Born), kita hidup untuk memilih (Choose), lalu kita mati (Dead) dan kita akan menerima hasil apa yang sudah kita pilih selama hidup. So, jangan sampai kita salah memilih keputusan penting dalam hidup.


Nah, untuk membantu Sahabat Visio semua agar tidak salah mengambil pilihan. Kali ini saya akan memberikan tips dan sedikit ilmu untuk “mengambil keputusan”. Walaupun sebenarnya kita tiap hari sering mengambil keputusan, tapi untuk mengambil keputusan hal yang kompleks pasti tidak mudah bukan. Seperti memilih kegiatan, memilih karir, memilih jurusan, memilih pasangan, memilih keputusan lainnya yang penting dalam hidup kalian.


MEMILIH ?


Menentukan (mengambil dsb) sesuatu yang dianggap sesuai dengan kesukaan (KBBI). Untuk lebih jelasnya, saya ajak kalian untuk membayangkan sebuah ilustrasi.


Bayangkan kamu sedang memiliki rencana liburan dari Surabaya ke Jakarta. Kamu memiliki uang sebesar 800 ribu. Transportasi menuju Jakarta ada beberapa jalur/rute yaitu darat, laut, udara. Untuk jalur darat sekali berangkat dikenakan biaya 200k-500k dengan estimasi waktu tiba tujuan 10-14 jam. Untuk jalur udara sekali berangkat dikenakan biaya >= 600k dengan estimasi waktu tiba tujuan 1 jam. Dan jika jalur laut dikenakan biaya 300k dengan estimasi waktu tiba 14-16 jam.


Menggunakan jalur darat maka kamu bisa mendapatkan pemandangan jalan, gunung, pohon. Kalau jalur laut Kamu hanya mendapatkan pemandangan laut dan langit. Kalau jalur udara Kamu mendapatkan pemandangan awan,langit, melihat daratan dari atas. Lalu Kamu memiliki bekal makanan yang bisa Kamu bawa ke Jakarta. Destinasi wahana liburan dikenakan biaya 100k.


Apa keputusan yang kamu ambil?


Setiap orang bisa jadi berbeda pilihan yang diambil. Banyak pertimbangan yang dilakukan mulai dari harga, jalur, tujuan, selera, potensi kecelakaan, waktu tiba, dll. Tapi saya yakin semuanya akan melakukan proses yang sama ketika hendak memutuskan/memilih. Dimulai dari memahami masalahnya dulu. Lalu mengumpulkan berbagai alternatif transportasi mana yang sesuai dengan kantong, selera dan beberapa pertimbangan lain. Lanjut mana yang sesuai dengan kondisi diri, jika kamu pergi dengan teman-teman maka mana yang sesuai dengan teman. Bisa juga kamu dilema dengan beberapa pilihan sehingga memikirkan juga konsekuensi, resiko dan manfaat yang didapatkan. Terakhir kamu memutuskan pilihan.


Memahami Masalah

Pahami dulu masalahnya

Memahami masalah memang sangat penting, karena 50% dalam menemukan solusi adalah memahami masalah. Kita akan melakukan pengorbanan yang sia-sia jika apa yang kita pahami dan persiapkan ternyata tidak mengarah pada tujuan. Sehingga langkah ini sangat menentukan langkah selanjutnya.


Langkah ini bukan langkah yang mudah. Sebab jika kita keliru memahami masalah maka kita tentu tidak bisa memecahkannya. Dalam prakteknya, masalah sebenarnya hanya ada satu tetapi seperti banyak masalah yang terjadi. Dan ketika masalah tertentu selesai maka masalah lain juga selesai. Fenomena tersebut diistilahkan sebagai substansi masalah (inti masalah) dan masalah tambahan. Jika inti masalahnya selesai maka masalah lain juga selesai. Sebab masalah inti mengakibatkan munculnya masalah pinggiran. Jadi pahami dulu inti masalah yang ingin dipecahkan.


Selanjutnya, inti masalah yang akan dipecahkan memiliki syarat pengetahuan tertentu. Sederhananya kita tidak mungkin ingin menambal ban tapi merujuk ke dokter. Tidak mungkin juga servis motor tapi belok ke salon. Proses ini perlu dilakukan dengan tepat. Kamu tidak perlu memiliki banyak ilmu langsung untuk memecahkan masalah, karena kamu bisa meminta pertolongan kepada rekan atau seorang ahli sesuai kebutuhan masalah yang dihadapi. Namun, akan lebih baik memang jika kamu sendiri memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk memecahkan masalah. Kamu juga sulit memahami masalah jika pengetahuan hanya itu-itu saja. Saya ibaratkan seperti ini, kamu ingin mencari data di laptopmu tentang transportasi, tetapi laptopmu sendiri tidak pernah diisi data tentang transportasi. Apakah data akan muncul dengan sendirinya? So, pilih disiplin ilmu yang sesuai dan tambah terus wawasanmu.

Mengumpulkan Alternatif Solusi


Memahami masalah tidak otomatis menemukan solusi. Karena kemampuan seseorang membaca masalah berbeda dengan kemampuan dalam memecahkan masalah. Walaupun keduanya sama-sama membutuhkan dasar ilmu pengetahuan yang tepat.


Setelah menentukan disiplin ilmu yang tepat maka akan memudahkan dalam membuka sebanyak banyaknya alternatif solusi. Satu masalah bisa diselesaikan dengan berbagai cara. Setiap solusi bisa dijalankan tentunya memiliki syarat-syarat tertentu.


Contohnya seperti diatas kita memilih mode transportasi darat, ada syarat biaya, pemandangan apa saja yang bisa dilihat, waktu tempuh. Kamu bisa saja memilih transportasi darat yang waktu tempuhnya lebih santai karena tujuannya ingin liburan. Akan berbeda jika kamu akan menghadiri kegiatan mendesak, 1-2 jam harus segera sampai maka kamu pasti memilih transportasi yang lebih cepat memenuhi kebutuhan. Dengan kamu tahu banyak alternatif solusi maka kamu tidak perlu khawatir jika solusi yang kamu pilih ditengah jalan ternyata menemui jalan buntu, atau tidak bisa dijalankan karena kamu sudah tahu alternatif lain.


Dalam setiap pilihan solusi memiliki syarat yang harus dijalani. Pahami dengan benar setiap konsekuensi, resiko, pengorbanan dan bandingkan dengan manfaat yang akan didapatkan. Karena untuk menjadi kaya kamu bisa bekerja, maling, korupsi, meminta, dll. Tapi dari berbagai solusi itu mana memiliki konsekuensi logis yang harus diterima. Kamu bebas untuk memilih tapi tidak bebas dari konsekuensinya.






Menghitung/Menganalisa Solusi


Tidak memiliki banyak pilihan solusi buat kita bingung karena belum tentu solusi yang ada sesuai dengan kondisi diri. Memiliki banyak pilihan tidak perlu bingung karena disitulah tempat kita berlatih menganalisa dan menemukan solusi terbaik. Jika memang pilihan yang ada banyak yang tidak sesuai dengan kondisi diri pilihannya : memilih pilihan yang paling dekat dengan diri sendiri atau menciptakan solusi lain. Tapi perlu diingat, tiap pilihan ada konsekuensi.


Pilihlah solusi yang terbaik sesuai dengan kapasitas diri, sumberdaya yang dimiliki, dan tentunya mengarah pada tujuan dimana masalah kamu terselesaikan. Jika tiap pilihan ada konsekuensi, resiko, pengorbanan yang harus dijalankan maka pilih yang paling bisa kamu jalankan. Kamu bisa saja memilih solusi yang lebih sulit kamu jalankan jika ingin menantang diri tetapi akan beresiko terhadap tercapainya tujuan. Silahkan pilih dengan bijak, dan hitung betul semua pertimbangan. Kamu boleh saja merubah-ubah kebiasaan tapi harus didasari dengan pertimbangan yang tepat.


Memilih Keputusan


Setelah melakukan berbagai tahap diatas, saatnya kamu memilih keputusan yang akan dijalankan. Walaupun pilihanmu berbeda dengan orang lain yang terpenting kamu yakin bisa menjalankan dan sesuai dengan tujuan. Tidak perlu ragu jika orang lain lebih cepat selesai masalahnya sementara kamu lebih lama. Karena tiap orang punya kondisi berbeda-beda. Dengan berani memutuskan dan memilih sesuai kondisi diri berarti kamu sudah menghargai dirimu sendiri. Bagaimana orang lain menghargai kamu sedangkan kamu tidak menghargai diri sendiri? So, pilihlah keputusan yang sesuai kondisi diri.


Saat memilih keputusan kamu juga perlu memahami dan tidak boleh melupakan prosesmu menemukan keputusan. Karena nantinya jika kamu dihadapkan pada kondisi berbeda maka jangan ambil keputusan yang sama dengan masalah sekarang. Karena tiap masalah bisa saja beda solusi. Dan keputusan mu saat ini dipilih karena syarat-syarat tertentu, dan kamu bisa saja memutuskan solusi lain ketika kamu berbeda dengan kondisi sekarang. Contohnya kamu pergi ke sekolah saat ini hanya bisa naik sepeda karena kamu hanya punya sepeda dan jarak sekolah terhitung dekat. Saat kamu sudah punya motor, dan jarak sekolahmu lebih jauh, akankah kamu masih memilih naik sepeda? Jadi jangan terjebak dengan kebiasaan yang sering dijalani. Biasakan memilih solusi yang paling tepat sesuai kondisi diri.


Fast Decision = Fast Thinking



Are you decision maker?

Kecepatan kita mengambil keputusan dipengaruhi oleh bagaimana kita terbiasa menjalankan pola pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seperti diatas. Semakin kita terbiasa maka semakin cepat kita mengambil keputusan. Selain itu, semakin kita memiliki banyak pengetahuan maka semakin cepat juga kita melakukan proses-proses diatas.


Ada beberapa tipe kondisi manusia dalam mengambil keputusan. Ada yang masih berproses untuk biasa mengambil keputusan yang tepat seperti seharusnya, bukan seperti biasanya. Ada yang sudah bisa mengambil keputusan yang tepat untuk saat ini. Ada yang menyiapkan diri untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang.


Kamu bisa saja saat ini bingung dalam mengambil keputusan karena tidak dipersiapkan sebelumnya sehingga sangat reaktif. Semoga saja pilihan yang diambil tidak tergesa-gesa sehingga akan membuang waktu untuk mengulangnya lagi. Itulah kenapa kamu harus memiliki sebuah visi. Jika kamu memiliki sebuah visi kamu bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan.Sebab visi mu adalah saringanmu dalam mengambil keputusan mana yang sesuai atau tidak untuk saat ini dan akan datang.


Tidak ada yang instan dalam mengambil keputusan. Orang yang sukses sekarang adalah mereka yang terlatih dalam memilih keputusan penting dalam hidupnya. Mengambil keputusan kadang memang tidak mudah. Kita dihadapkan pada dilema, kebingungan menghadapi resiko dan seberapa nilainya dibandingkan dengan manfaat yang akan didapatkan. Decision making is not easy, it is an Art.


Sebelum mengakhiri tulisan sederhana saya ini, mari saya berikan ilustrasi singkat.


Bayangkan Anda sekarang di sebuah toko “SerbaAda”. Anda memiliki banyak uang untuk membeli apapun yang Anda inginkan. Di dalam toko tersebut juga terdapat teman Anda, saudara, keluarga, suami/istri, anak, orang tua, dll. Pada saatnya, Anda mulai bingung membeli apa di toko itu. Sekeliling Anda mulai memberikan saran apa saja yang Anda beli. Dan setiap kali bingung anda selalu menanyakan kepada yang lain apa yang harus dibeli.


Setelah anda selesai berbelanja, saatnya anda melakukan pembayaran. Ternyata dari sekian banyak yang dibeli, anda hanya bisa membayar 30% dari yang dibeli. Anda mulai kecewa dengan saran dari yang lain. Ketika anda pulang, berharap barang tersebut bisa bermanfaat khususnya untuk diri sendiri dan orang sekeliling. Ternyata yang bisa digunakan untuk diri sendiri hanya sebagian. Barang yang lain ingin anda berikan kepada rekan-rekan ternyata juga tidak ada yang bisa menerima karena tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, karena mereka sudah memiliki yang lebih baik.


Ilustrasi diatas menggambarkan bahwa :


  1. Pahami kondisi anda, apa kelebihan dan kelemahan anda.
  2. Saran dari orang lain hanya sebagai saran, anda sendiri yang memutuskan apakah memilih atau tidak. Apakah yang anda pilih sesuai kebutuhan anda?
  3. Pengetahuan anda menentukan seberapa anda bisa memutuskan yang terbaik. Jangan bergantung kepada orang lain dalam memutuskan sesuatu.
  4. Sekalipun anda ingin berbuat baik jika tidak mengetahui apa saja yang harus diputuskan maka bisa saja kebaikan anda tidak akan berbalas kebaikan. Artinya tidak bermanfaat untuk orang lain, bisa jadi sia-sia.
  5. Di hari akhir, anda adalah satu-satunya orang yang mempertanggung jawabkan semua yang sudah dipilih dalam hidup.

Bagaimana dengan pengalaman Anda?


Ada saran dan prespektif lain, silahkan komen di kolom komentar, atau bisa langsung kirim pesan di Instagram kami @visioterapi_id.

0 komentar:

Posting Komentar