Revolusi Industri 4.0

Gagasan ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Tetapi saya baru mengetahuinya awal tahun ini dari salah satu grup atau komunitas yang saya ikuti. Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin modern dengan pesatnya perkembangan teknologi. Muncul sebuah perubahan besar yang merubah seluruh aspek masyarakat termasuk dalam perubahan industri. Perubahan industri sudah memasuki tahap ke-4 sehingga disebut Revolusi Industri 4.0. (read: RevIn 4.0).

Revolusi Industri 1.0 (tahun 1800) yaitu saat pertama kali ditemukannya mesin uap dalam melakukan produksi pada industri masyarakat. Revolusi Industri 2.0 (tahun 1900) yaitu saat ditemukannya listrik untuk memudahkan mesin-mesin produksi bekerja. Revolusi Industri 3.0 (tahun 2000) yaitu saat inovasi teknologi dan informasi lebih meningkat dan komputer mulai menjadi teknologi yang sangat dibuthuhkan. Revolusi Industri 4.0 yaitu industri mulai terintegrasi dengan adanya teknologi terutama internet dan bigdata.


Selang waktu antar revolusi industri membutuhkan waktu yang semakin singkat. Revolusi Industri 4.0 adalah revolusi terakhir dan mengakibatkan perubahan besar yang disebut dengan Disrupsi. Berbeda dengan inovasi, yang hanya memperbarui produk yang sudah ada tanpa meninggalkan produk yang lama, artinya produk yang lama masih bisa digunakan. Sedangkan disrupsi lebih dari itu, membuat suatu perubahan sehingga produk dan cara yang lama menjadi usang atau kadaluwarsa harus segera ditinggalkan. Selain itu, efek RevIn 4.0 juga akan mengganggu perusahaan lama (incumbent) yang berkuasa dan merubah cara bersaing baik di dalam perusahaan dan antar perusahaan. Dan perubahan ini menuntut perubahan syarat baru untuk angkatan kerja dan infrastruktur yang dibutuhkan.

Kunci revolusi industri 4.0 ini berpijak pada teknologi internet. Sebab internet ini memiliki sifat dan keuntungan bagi penggunanya. Secara umum gambarannya sebagai berikut :
  1. Realtime Process. Hal apa saja yang kita butuhkan akan di proses saat itu juga sehingga respon sangat cepat dan memudahkan menyelesaikan pekerjaan.
  2. Integration. Antar pihak saling terhubung dan data yang dibutuhkan terhubung satu sama lain sehingga memudahkan untuk mengkroscek dan memvalidasi data. Contoh adanya E-KTP adalah cara untuk menvalidasi data sesuai dengan kebutuhan kita. 
  3. Information Security. Melindungi sistem informasi dan kejahatan dari dunia maya. 
  4. For Prototype & Costumized. Memberikan contoh dan gambaran awal saat akan mengerjakan suatu proyek. Contohnya adanya 3D yang memudahkan perusahaan konstruksi membuat prototype bangunan.
Untuk menghadapi RevIn 4.0 ini pemerintah memiliki 10 prioritas nasional dengan semangat “Making Indonesia 4.0” pada tahun 2030 dan menjadi 8 besar negara dengan ekonomi yang kuat. 10 prioritas tersebut :
  1. Perbaikan alur aliran barang dan material
  2. Desain ulang zona industri
  3. Mengakomodasi standard sustainability
  4. Memberdayakan UMKM
  5. Membangun infrastruktur digital nasional
  6. Menarik minat investasi asing
  7. Peningkatan Kualitas SDM
  8. Pembangunan ekosistem inovasi
  9. Insentif untuk investasi teknologi
  10. Harmonisasi aturan dan kebijakan
Dari 10 prioritas tersebut, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor yang cukup penting agar SDM Indonesia mampu bersaing di era 4.0. VISIO hadir untuk membahas peningkatan kualitas SDM untuk memberikan kontribusi agar masyarakat Indonesia menjadi SDM yang unggul. Kualitas SDM perlu dilakukan penyesuaian sebab di era 4.0 ini juga banyak pekerjaan yang digantikan oleh mesin kecerdasan (Artificial Intelegence).

Softskill menjadi hal utama yang harus dimiliki dan tidak bisa digantikan dengan AI. Ada 10 softskills yang dibutuhkan secara umum sebagai berikut, untuk lebih detailnya dan bagaimana membentuk softskills tersebut akan dibahas terpisah.
  1. Complex Problem Solving
    Kemampuan menciptakan solusi dari masalah yang ada dengan berpegang pada teknologi.
  2. Critical Thinking
    Kemampuan mengubah data dengan menganalisa dengan mendalam dan menjadikan data menjadi lebih memiliki makna dalam membantu pengambilan keputusan.
  3. Creativity
    Kemampuan berpikir out of the box.
  4. People Management
    Kemampuan dalam leadership dan manajerial.
  5. Coordinating with Others
    Kemampuan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim secara efektif.
  6. Emotional Intellingence
    Kemampuan dalam mengendalikan emosi, dan memiliki rasa empati dalam bersosialisasi.
  7. Service Orientation
    Menawarkan nilai dan manfaat kepada pelanggan dalam bentuk bantuan dan pelayanan yang terbaik.
  8. NegotiationKemampuan dalan bernegosiasi dengan bisnis atau individu untuk mendapatkan solusi terbaik.
  9. Decision Making
    Kemampuan dalam pengambilan keputusan yang mampu menghadirkan perubahan.
  10. Cognitive Flexibility
    Kemampuan dalam berpikir secara fleksibel di tengah mobilitas yang kian dinamis.
    Dunia sudah semakin terhubung.
RevIn 4.0 sudah mulai masuk ke negara kita, pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia agar mampu bersaing di Era 4.0. Sebab Indonesia mulai 2020 hingga 2030 bahkan setelahnya memiliki bonus demografi. Artinya usia produktif kerja sangat berlimpah, hampir 70% penduduk adalah usia produktif kerja, dan kebanyakan adalah generasi Millenials (Gen Y). Jika bonus ini tidak dikelola dengan baik maka Indonesia akan semakin tertinggal sebab memiliki banyak usia produktif tapi tidak memiliki kemampuan bersaing.

Generasi Millenials adalah generasi terbesar yang dimiiliki Indonesia saat ini. Dan saya yakin kebanyakan pembaca juga tergolong Millenials. Apakah kalian sudah menyiapkan diri untuk membuat Indonesia 4.0? Bagaimana meningkatkan kualitas SDM dan apa saja hal yang perlu kita siapkan? Akan VISIO bahas di tulisan selanjutnya.

#MariBelajarBersama
Let’s Inspire The World.