Bonus Demografi. Sudah siapkah Anda Menganggur?


Melihat judul diatas mungkin kita akan bertanya-tanya. Bukannya bonus demografi lebih menguntungkan karena Indonesia akan memiliki banyak penduduk usia produktif kerja? Ya, benar sekali. Bersamaan dengan ledakan jumlah usia kerja tersebut Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0 (Era 4.0). Era tersebut memiliki efek besar perubahan hingga menghilangkan beberapa pekerjaan yang bisa digantikan oleh mesin atau Artificial Intelligence (AI). Tapi tenang, setiap revolusi industri juga memunculkan lapangan pekerjaan baru yang mensyaratkan pengetahuan baru, skill baru, primordial baru, infra-sarana yang lebih modern, merubah pola persaingan bisnis termasuk juga primordial profesi perlahan mulai bergeser, cara bersaing para pencari kerja juga berubah.

Tapi pertanyaannya dengan segala perubahan yang terjadi, sudahkah kemampuan kita juga berubah sesuai dengan perkembangan zaman? Moralitas kerja kita apakah sudah lebih baik dan siap bersaing dengan meledaknya para pencari kerja? Tenaga pendidik, sistem pendidikan yang sudah kita dapatkan apakah sudah sesuai dengan Era 4.0 ? Disatu sisi pekerjaan banyak yang hilang digantikan oleh mesin, terjadi ledakan penduduk usia kerja tapi para pekerjanya memiliki pengetahuan, kemampuan dan moralitas yang tidak sesuai, “sudah siapkah Anda MENGANGGUR ?”.

Coba kita pahami lagi, siapa pendatang baru yang masuk dalam usia bekerja. Ya, mereka adalah generasi Millenials, atau gen Y. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya sebab Millenials lahir disaat teknologi digital ditemukan, komunikasi dan media menjadi akrab bagi mereka. Dikutip dari livescience.com mereka cenderung lebih individualis, kurang peduli dengan sesama dan matrealistis. Millenials juga lebih dikenal sebagai pemalas, narsis dan suka berpindah-pindah pekerjaan sering di istilahkan ‘Kutu Loncat’ oleh para HRD karena membuat para HRD bingung menganalisa dan memahami millenials.

Namun, Millenials juga punya sisi positif yang bisa dikembangkan. Berikut beberapa kelebihan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Percaya diri
    Mereka lebih percaya diri karena banyaknya informasi yang mereka dapatkan pelajari yang didukung oleh cepatnya teknologi internet. Mereka lebih lihai dalam menggunakan teknologi.
  2. Terbuka dan sangat adaptif
    Millenials juga dikenal sebagai pribadi yang sangat terbuka dan adaptif. Sangat ekspresif dalam menyampaikan perasaannya. Dengan karakter ini mereka sangat lincah dan bisa mengakomodir,merangkul dan meramu perbedaan yang bisa dibuatnya menjadi suatu solusi perubahan. Wajar jika mereka sangat bagus dalam berkolaborasi dan bekerja dalam tim.  

  3. Kreatif
    Karena keterbukaan dan adaptifnya mereka, apalagi didukung dengan teknologi dan informasi yang banyak, mereka memiliki banyak gagasan positif. Bahkan gagasan dan solusi yang dibuat mengagetkan para senior dan para perusahaan incumbent lihat saja banyak perusahaan startup yang diinisiasi oleh Millenials.
  4. Menyukai tantangan
    Millenials menyukai pekerjaan yang dinamis, banyak tantangan sebab mereka akan merasakan bermakna jika kreatifitasnya terus terasah. Hal ini jika tidak didapatkan maka menjadi wajar jika mereka berpindah-pindah pekerjaan karena tidak diberikan lahan perjuangan oleh perusahaan. Jika mereka tidak menemukan perusahaan yang tepat bisa saja mereka akan membuat usaha sendiri.
Sebaik apapun dan seburuk apapun generasi Millenials, merekalah yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. Maka menjadi tugas bersama untuk saling mengenal dan membantu agar usia produktif kerja Indonesia memberikan banyak kontribusi untuk Negara. Sebab kunci dari bangsa yang besar adalah memiliki SDM yang unggul. Isu ini menjadi fokus pemerintah yang mulai digaungkan saat HUT Kemerdekaan Indonesia ke 74 dengan tema “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Dalam seminar Pembangunan Karakter Building Bangsa disampaikan bahwa meningkatkan kualitas SDM bergantung dari beberapa faktor : pengalaman, pendidikan, pelatihan, norma, tantangan, perubahan lingkungan, dan dukung institusional. Dan kunci keberhasilan bangsa sukses dalam persaingan global adalah the right man on the right place and the right character. Sehingga ada 3 besaran solusi yang perlu dipahami agar di Era 4.0 SDM Indonesia semakin banyak berkarya bukan menjadi pengangguran.

  1. Kompetensi
    Kompetensi meliputi hardskill & softksill yang harus dimiliki sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman. Informasi, wawasan dan pelatihan sudah banyak diadakan mulai dari yang berbayar sampai yang gratis. Ada yang online dan offline. Maka peluang besar bagi usia kerja untuk terus meningkatkan kompetensinya di berbagai kesempatan yang ada.
  2. Komitmen
    SDM memiliki visi, motivasi, moralitas kerja yang baik sesuai dengan karakter pekerjaan yang ditekuni. Tanpa adanya komitmen ini sangat sulit dan rentan dilemahkan oleh tantangan perubahan. Selain itu, komitmen juga meliputi attitude atau sikap yang baik sebab dengan semakin kompetennya pekerja harus diimbangin dengan sikap yang baik. Tanpa attitude baik bisa merugikan perusahaan atau menjadi boomerang bagi diri sendiri.
  3. Kontribusi
    2 hal diatas jika dimiliki dengan baik maka akan menghasilkan kontribusi terbaik. Bayangkan jika banyak SDM memiliki kompetensid dan komitmen tinggi sehingga bisa menghasilkan kontribusi maka semakin banyak masalah terselesaikan dan memajukan Indonesia.
Dengan memiliki 3 poin diatas, maka diharapkan Indonesia di usia kemerdekaan yang ke 74 mampu menghasilkan SDM yang unggul untuk membawa Indonesia semakin maju. Sehingga dengan tantangan era 4.0 dan melimpahnya usia kerja bukan menjadi bencana bagi negara tapi menjadi berkah. Bangsa ini butuh pemuda yang memiliki visi untuk ikut serta kontribusi membantu Indonesia menjadi negara dengan ekonomi yang kuat di Era 4.0.

Ayo suarakan bersama #MariBantuNegara #MariCiptaKarya

1 komentar: