Unik dan Semakin Pentingnya Mengelola Manusia


Revolusi Industri 4.0 (era 4.0) membawa dampak yang signifikan terhadap perubahan manajemen sumberdaya manusia. Dengan kecanggihan teknologi banyak peran manusia sebagai SDM digantikan oleh mesin, robot atau yang lebih keren lagi diganti dengan Artificial Intelligence (AI).

AI adalah sebuah kecerdasan buatan yang dibuat seolah-olah berpikir seperti manusia dan meniru tindakan manusia. AI melakukan fungsi pembelajaran, penalaran dan koreksi diri sehingga AI mampu melakukan dan meniru pekerjaan manusia.

Dengan perubahan besar (disrupsi) seperti adanya AI, cara pengelolaan SDM juga harus berubah. Cara pengelolaan dulu tidak lagi relevan harus ditinggalkan jika ingin bertahan dalam persaingan industri saat ini yang cepat sekali mengalami perubahan. Cara mengelola SDM yang bersaing dengan kecanggihan AI serta pengelolaan terhadap siapapun yang berkepentingan dalam industri harus ikut berubah.



Oleh karena itu, skill People Management ini tertuju bukan hanya mengelola bawahan tapi juga seluruh pihak terkait mulai dari pengelolaan terhadap bawahan, rekan kerja, antar departemen, pimpinan dan para stakeholder. Pemahaman terhadap antar generasi menjadi hal penting karena tiap generasi memiliki ciri khasnya.


Artificial Intelligence (AI) banyak menggantikan peran manusia. Banyak pekerjaan hilang karena digantikan oleh AI, tetapi juga banyak pekerjaan baru bermunculan. Namun masalahnya tidak semua kemampuan SDM sekarang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan baru.

Persaingan antar robot dan manusia kerap diperbincangkan. Sangat tidak sebanding jika membandingkan keduanya sebab masing-masing pencipta antara robot dan manusia sangat berbeda. Kecanggihan robot dibuat oleh manusia dengan dibuat suatu program agar robot menjalankan pekerjaan sesuai dengan kehendak manusia yang membuatnya.


Sebanyak apapun perintah yang diprogramkan tetap memiliki keterbatasan. Robot akan merespon sesuai dengan stimulus dan ketentuan yang dibuat. Hal ini karena robot tidak memiliki freewill untuk memutuskan respon. Sedangkan freewill dimiliki manusia yang bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki dan bisa terus dikembangkan dengan cepat. Manusia bisa bekerja diluar prosedur untuk kondisi tertentu jika dibutuhkan untuk memberikan improvement. 
 
SDM memiliki kemampuan dan freewill yang berbeda apalagi ditunjang dengan informasi yang bisa merubah kemampuan dan freewill dengan cepat. Selain itu, semua pihak terkait mulai dari atasan hingga bawahan bisa memiliki keinginan yang berbeda sehingga penting adanya kemampuan mengelola manusia demi kemajuan perusahaan. Pengelolaan kepada semua pihak yang berkepentingan bisa disebut sebagai 360 People Management.

Pengelolaan kepada seluruh manusia yang berkepentingan dalam industri bisa melakukan beberapa hal berikut :

Menjadikan VISI sebagai pijakan People Management


Visi adalah sebuah tujuan yang akan dicapai. Tantangan pasti akan dihadapi termasuk tantangan revolusi industri. Perubahan apapun yang terjadi akan siap direspon sesuai dengan tuntutan zaman jika perusahaan kuat menjadikan visi sebagai tujuan.


Demikian juga dalam pengelolaan SDM harus berpijak pada visi yang akan dicapai. Perbedaan antara keinginan perusahaan dengan karyawan pasti terjadi, tetapi jika pemimpin mampu menginspirasikan visinya maka SDM akan menerima dan mengarahkan kemampuan serta keinginannya untuk kemajuan perusahaan.

Menginspirasikan visi bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan membuat nilai baru yang menjadi kebanggaan. Sehingga ketika SDM menerapkannya merasa bangga bahwa mereka mampu memberikan kontribusi.

Memperhatikan pengembangan SDM

Perusahaan harus memperhatikan pengembangan kualitas karyawan terutama aspek softskill. Sebab AI bisa menggantikan pekerjaan yang sifatnya hardskill, sedangkan AI tidak bisa memiliki softskill seperti kreativitas, negosisasi, problem solving, kecerdasan emosi, dll. Dengan SDM memiliki softskill yang bagus akan jauh lebih membuat kemajuan perusahaan.

Selain itu, kemampuan khusus (spesialis) sangat dibutuhkan. Anda sebagai pimpinan tidak mungkin memahami banyak hal secara khusus dan mendetail. Anda butuh bantuan SDM yang dimiliki. Sehingga tidak bisa abai terhadap pengembangan SDM.

Menciptakan suasana harmonis antar generasi

People management juga mensyaratkan keselarasan antar generasi untuk semua SDM di sebuah perusahaan. Tiap generasi memiliki karakter dan pola yang berbeda. Secara umum generasi dibagi menjadi 3 yakni generasi analog, transisi dan digital.

Generasi analog sangat berbeda dengan generasi digital sekarang. Generasi analog memahami sesuatu secara turun temurun dari senior ke junior, turun lagi ke junior berikutnya. Sedangkan generasi digital tidak demikian, dengan informasi yang mudah diakses oleh siapapun maka yang junior bisa lebih memahami dibandingkan seniornya, anak bisa saja lebih mengerti banyak hal dan informasi dibandingkan orang tua, meski ada beberapa hal yang tidak dimengerti yang perlu junior terima dari senior.

Oleh karena itu, saling berbagi antar generasi sangat diperlukan dan butuh dikelola agar saling bersinergi, saling berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan dan kemampuan demi kemajuan perusahaan.

Kemampuan mengelola orang (People Management) saat ini sangat diperlukan. Sebab sekarang yang sulit bukan mengendalikan AI yang tidak memiliki freewill, tetapi mengendalikan manusia yang memiliki banyak kepentingan dan keinginan yang harus diolah agar sesuai dengan tujuan perusahaan.
Selain itu, perlu dikelola juga manusia sebagai SDM yang memiliki potensi kemampuan yang lebih besar, lebih canggih, lebih berkualitas dibanding AI yang hanya menjalankan perintah tuannya tanpa mampu melakukan perubahan signifikan.

Sebagai renungan. Terkadang manusia bisa seperti robot yang bergerak ketika mendapatkan perintah, bekerja monoton (berlang-ulang) dan takut untuk melakukan perubahan. Sedangkan robot yang dibuat manusia mampu memudahkan pekerjaan manusia dan seakan terlihat melakukan perubahan. Sehingga hebat robot atau manusia? Atau manusia yang melemahkan dirinya sendiri seakan terlihat kalah canggih dibanding robot.

0 komentar:

Posting Komentar