Asah Kreativitas dan Tembus Batas



Saat ini banyak sekali hasil karya kreatif mulai dari akun yang berisikan ajakan kreatif, berbagi informasi kreatif, produk kreatif. Tidak sedikit pula channel video maupun postingan berbau kreatif. Postingan di sosial media juga berkembang kreatif. Mau mencari macam souvenir juga semakin beragam dan harganya variatif. Serta aplikasi di smartphone yang sesuai dengan kebutuhan juga dihasilkan karena ide-ide kreatif.

Taukah kamu, kreativitas adalah salah satu skill (softskill) yang dibutuhkan di tahun 2020 (World Economic Forum). Skill ini penting untuk dimiliki oleh siapapun agar mampu menyesuaikan dengan tantangan zaman revolusi industri.
 
Sebenarnya sejak kecil kita sudah memiliki benih kreativitas tetapi semakin lama semakin tumpul karena faktor lingkungan dan berbagai faktor lainnya yang membuat kita semakin miskin kreativitas. Hal ini karena banyak aspek diseragamkan dan jika ada perbedaan dinilai sebuah kesalahan. Akhirnya kita sering memilih jalan yang aman dan perlahan mengurangi kreativitas. Padahal tidak semua hal jadi indah jika diseragamkan, justru perbedaan karena kreativitas bisa menghasilkan banyak keuntungan.

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta, daya cipta (KBBI). Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan memecahkan masalah yang memberi kesempatan individu untuk membuat ide yang asli dan adaptif (Widyatun, 1999). Kreativitas juga berarti kemampuan berpikir dan bertindak untuk memecahkan masalah secara cerdas, tidak umum, berbeda atau biasa disebut berpikir out of the box. 

Kreativitas juga skill yang bisa diasah dan bukan karena faktor turunan. Kreativitas tidak hanya dominan melibatkan otak kanan tetapi membutuhkan otak kiri yang sifatnya analitikal untuk mengukur apakah ide yang dihasilkan mampu untuk memecahkan permasalahan.
Kreativitas tidak hanya melibatkan otak kanan.

Beberapa alasan penting kemampuan kreatif ini harus dimiliki oleh bangsa Indonesia :

1. Perubahan dan tuntutan pasar

Saat ini perubahan permintaan pasar berubah begitu cepat. Didukung dengan kecanggihan teknologi yang memberikan kemudahan informasi membuat pasar memiliki banyak alternatif dan kemampuan dalam membandingkan hingga memutuskan pilihan yang terbaik. Sedangkan banyak perusahaan terlambat merespon permintaan tersebut. Sedangkan perusahaan baru yang memahami perubahan pasar, bisa berkembang dengan cepat. 

2. Era VUCA


Perubahan yang cepat, kondisi yang tak menentu, masalah yang semakin kompleks dan membingungkan membuat dunia menjadi tak menentu. Banyak bisnis mengalami penurunan. Kemampuan untuk merespon dengan cepat dan tepat semakin dibutuhkan. Kreativitas sangat membantu beradaptasi dengan era VUCA.

3. Era disrupsi


Perubahan besar dan cepat memicu berpikir kreatif
Disrupsi berbeda dengan inovasi. Disrupsi menghasilkan perubahan besar dan membuat produk lama, cara lama menjadi usang, kadaluarsa, dan tidak bisa digunakan. Kuncinya ada di kecanggihan dan pemanfaatan teknologi. Sebab saat ini adalah era bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat.

4. Kreativitas Indonesia Rendah


Tingkat kreativitas warga Indonesia tergolong rendah. Berdasarkan data Global Creativity Index (GCI) Indonesia berada di peringkat 115 dari 139 negara di tahun 2015. Indonesia masih kalah dibanding negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa kreativitas menjadi aset penting bagi Indonesia dan mulai tahun 2019 sektor kreatif akan digenjot untuk kontribusi ekonomi. 

Karakteristik kemampuan kreatif sendiri bisa diasah perlahan dari masalah sederhana hingga kompleks. Ibarat naik sepeda, awal kali kita hanya bisa di jalan yang lurus, lalu bisa berbelok, ngebut, hingga naik sepeda dengan melepaskan tangan. Kreativitas juga bukan hanya di bidang desain tetapi dari berbagai bidang bisa menghasilkan gagasan atau ide kreatif.

Skill kreatif ini perlu diasah terus karena ide kreatif sekarang belum tentu selanjutnya tetap dipandang kreatif. Kreatif sendiri adalah ide yang memecahkan masalah tanpa melanggar aturan yang berlaku. Sehingga aturan dibuat bukan untuk membatasi kreativitas tetapi menuntun ide kreatif menjadi tepat sasaran. 

Lalu bagaimana kemampuan ini bisa dimiliki, apa saja tips yang bisa dilakukan.

1. Mengaktifkan diri


Aktifkan dirimu dan terus bergerak
Hal pertama yang perlu dipahami adalah seorang yang kreatif dari segi sikapnya harus “Aktif”. Artinya seorang yang kreatif ia harus berusaha, melatih diri terus menerus, berusaha dan pantang menyerah untuk menemukan pemecahan yang tepat sasaran. Sebab menjadi kreatif banyak sekali tantangannya dari internal dan eksternal. Lingkungan yang ingin menyeragamkan, berpikir pragmatis dan praktis, tidak mau berusaha lebih, dsb.

Untuk membuat diri Anda menjadi aktif maka Anda harus memiliki ‘visi’. Ya, visi menjadi tujuan yang ingin Anda capai. Seorang yang memiliki visi akan memiliki ketahanan dan mental yang teruji. Dengan sikap ini perlahan kreativitas akan terasah karena seorang yang visioner tak berhenti berusaha dan mencari ide kreatif untuk mencapai tujuannya.

2. Perbanyak literasi dan berpola pikir Kreatif


Setelah Anda memiliki sikap yang aktif maka akan terasah berpikir Kreatif. Kemampuan ini bisa diasah dengan adanya pengetahuan dan cara berpikir yang benar. Jadi Anda harus memperbanyak literasi, membaca dan memiliki wawasan yang luas. Mesin pencari pun tidak akan menemukan ide kreatif jika sebelumnya tidak ada data/pengetahuan yang masuk. Sama seperti manusia tidak akan menemukan ide kreatif jika tidak memiliki wawasan luas dan kemampuan menghubungkan wawasan tersebut dengan benar.

Selain itu, Anda juga butuh merubah pola pikir (mindset) dari ‘berpikir seperti biasanya’ menjadi ‘ berpikir seperti seharusnya’. Sebab masalah yang kita hadapi seringkali tidak sama seperti dulu tetapi kita sering menggunakan cara lama dan tidak mau keluar dari zona nyaman. Sehingga ketika ada masalah, biasanya bagaimana, evaluasi  dan perbaiki dengan temukan ide baru yang kreatif.  

3. Menjalankan ide dengan maksimal dan tepat sasaran


Mengimplementasikan ide dengan maksimal juga menjadi hal penting. Jalankan ide kreatif Anda dan jaga agar tepat sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Saat Anda menjalankan ide akan terdapat bagian yang bisa Anda perbaiki ke depannya sehingga menjadi bekal Anda menemukan ide kreatif selanjutnya. Hasil pelaksanaan sebuah ide menjadi tolak ukur bagi Anda dan nilai dari sebuah ide yang Anda munculkan. Jadi ide kreatif harus dilaksanakan karena ide tanpa implementasi adalah halusinasi. 

Mencari seorang untuk mengeksekusi atau menjadi pelaksana lebih mudah didapatkan. Sedangkan mencari orang yang memiliki ide kreatif dan pencari solusi tidak mudah didapatkan karena proses yang dijalankan juga tidak mudah. Berpikir kreatif dengan ide brilian, out of the box, bukan tak mungkin dimiliki oleh semua orang. Because people with idea is more powerfull than people with machine. 

So, be creative!

0 komentar:

Posting Komentar