Berpikir Kritis. Sebuah Jargon atau Skill



Berpikir kritis. Mungkin bukan sesuatu yang asing lagi bagi kita. Bagi kita yang pernah sekolah atau pernah menempuh pendidikan tinggi pasti pernah merasakan bagaimana proses berpikir kritis. Mulai dari memahami masalah, menentukan metode, menguji dan analisa data hingga menentukan suatu kesimpulan atau solusi.

Namun apakah berpikir kritis ini hanya kita butuhkan saat menempuh pendidikan atau melakukan penelitian saja? Saat ini kita merasakan dan mengalami kemudahan dalam mendapatkan informasi. Banyak sekali informasi, berita, diskon, iklan, dsb. Tetapi apakah semua informasi yang kita terima itu benar? Jangan – jangan kita sudah terbujuk dengan iklan, promo, diskon, informasi ajakan kebencian dan informasi hoax.

Tidak semua informasi itu benar adanya dan tidak semua berujung pada kebaikan. Kemampuan kita dalam menguji dan menganalisa sebuah informasi menentukan perilaku atau keputusan yang kita ambil. Apa yang kita lakukan berasal dari apa yang kita pahami.

Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis bukan hanya kita butuhkan saat menjalani proses pendidikan. Berpikir kritis sangat kita butuhkan dalam sehari-hari. Menurut World Economic Forum (WEF), kemampuan ini termasuk dalam salah satu kemampuan yang kita butuhkan di tahun 2020, memasuki era 4.0 dan era VUCA.

Apa itu Berpikir Kritis?

Berpikir kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan (Ennis, 1962). Berpikir kritis adalah suatu proses intelektual dalam pembuatan konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan atau mengevaluasi berbagai informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, refleksi, di mana hasil proses ini diguanakan sebagai dasar saat mengambil tindakan (Walker, 2006).

Jadi berpikir kritis adalah sebuah teknik berpikir secara mendalam untuk mengevaluasi, menguji, dan menilai tepat-tidaknya, layak-tidaknya dengan analisa yang rasional tentang suatu informasi, gagasan, ide, berita, pendapat/opini untuk mengambil suatu kesimpulan dan keputusan.
Dalam proses berpikir kita akan mengalami dua sistem berpikir yaitu berpikir secara cepat dan berpikir secara mendalam. Berpikir kritis adalah proses berpikir secara mendalam. Dalam keseharian kita akan memilah suatu masalah membutuhkan berpikir secara cepat/sederhana atau membutuhkan berpikir secara mendalam (kritis).
Biasanya kita akan lebih serius dalam berpikir kritis terutama pada suatu hal yang berdampak besar. Tetapi kemampuan kita mengukur dampak juga membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Artinya berpikir kritis dibutuhkan sejak kita memahami suatu masalah atau informasi dan mengukur seberapa dampaknya. Kemampuan dari berpikir secara cepat berubah menjadi berpikir secara mendalam tidak mudah dan membutuhkan proses berlatih terus menerus.
 

Manfaat Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir ini memiliki manfaat bagi mereka yang melakukannya. Di era kecepatan informasi, kita mendapatkan informasi dari berbagai media mulai dari halaman berita, sosial media, grup Whatsapp hingga gosip dari tetangga. Kita diuntungkan dengan banyaknya informasi yang bisa didapatkan untuk menguji suatu ide, gagasan, opini apakah benar atau hoax. Banyak sekali informasi dan berita agar dikunjungi banyak orang sehingga berisikan informasi yang tidak benar, di dalamnya sudah dilakukan framing sehingga informasi yang dipahami pembaca tidak holistik.
 
Saat kita bekerja, kemampuan ini juga sangat penting. Di sebuah tim kerja, pasti ada proses berbagi pendapat. Berpikir kritis akan membantu dalam menguji pendapat tim. Dalam sebuah meeting dimana anggota tim menerapkan berpikir kritis akan mendapatkan alternatif solusi dan membuat tim menjadi ka
ya akan solusi. Sehingga keputusan akhir yang dipilih adalah sebuah keputusan terbaik dari sekumpulan ide-ide baik. A great idea born from brainstorming with the great idea.

Lebih banyak lagi manfaat berpikir kritis ini akan kita dapatkan jika kita melakukannya dan mengalami. Sebab kemampuan ini butuh proses berlatih terus menerus. Sekalipun ada mentor yang memberikan pelatihan tetapi kemampuan ini tidak bisa langsung didapatkan. Pengalaman kita memecahkan suatu masalah sangat membantu kita memiliki kebiasaan berpikir kritis sehingga menghasilkan keputusan terbaik baik di bidang pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Cara Melatih Berpikir Kritis


Proses berpikir kritis diawali dengan proses bertanya. Mulai dari hal yang paling kecil belum dipahami dan jangan takut salah, jangan takut ditertawakan orang lain. Sebab dengan bertanya adalah sebuah proses mempertahankan karakter pembelajar yang sudah kita miliki dan Tuhan berikan sejak kecil. Berikut rekomendasi dan alternatif cara yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan berpikir kritis.

1. Menulis

Cara ini melatih dalam membentuk kerangka berpikir. Saat kita menulis maka ada tujuan untuk memberikan suatu pesan kepada pembaca dari tulisan kita. Cara ini juga melatih kamu mengumpulkan data dan informasi untuk disampaikan kepada pembaca. Saat kamu mengumpulkan informasi pasti ada proses menyaring kebenarannya dan relevansinya dengan tujuan tulisan kamu.
Dalam sebuah tulisan pada umumnya ada sebuah proses menjelaskan suatu masalah, memberikan alternatif solusi, memberikan ilustrasi hingga kesimpulan sebagai inti pesan yang kamu sampaikan. Dalam rangkaian menulis, akan membiasakan untuk berpikir kritis untuk menyampaikan suatu hal yang benar, suatu kesimpulan atau keputusan yang tepat.

2. Membaca

Kebiasaan membaca akan melindungi kita dari informasi hoax atau informasi yang tidak benar. Sebab ada perbandingan data/informasi yang kita miliki untuk menguji informasi yang kita terima. Semakin banyak kita membaca maka semakin banyak pengetahuan yang kita miliki untuk mengevaluasi, menguji, menilai realitas serta memberikan perbandingan atau mendapatkan sudut pandang baru.
Dalam proses membaca akan melatih berpikir kritis. Pembaca yang cerdas tidak mudah menerima informasi dari apa yang dibaca. Ada proses menguji kebenaran, membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, bahkan menguji dengan mencoba praktik langsung. Dan tidak semua bacaan bisa melatih kita berpikir kritis, ada bacaan tertentu yang melatih berpikir kritis seperti buku berisikan konsep, jurnal, buku non fiksi.

3. Ikut Debat

Ada yang pernah ikut debat? Kegiatan ini sangat seru. Kita akan menyiapkan informasi yang relevan dengan gagasan tim yang dikehendaki dan mengeliminasi informasi yang tidak sesuai dengan tujuan. Jika memang ada kelemahan dari gagasan tim yang dipilih maka kita akan mencari cara dan informasi lainnya untuk menutupi dan mempertahankan ide kita.
Bagi yang pernah ikut debat, pasti tau rasanya berpikir kritis, rasional bahkan rasionalisasi. Buat kamu yang belum pernah ikut debat, coba deh ikut dan rasakan sensasi prosesnya !!!

4. Interaksi dengan Orang

Cara ini sangat cocok bagi yang memiliki karakter ekstrovert atau terbuka dan senang berinteraksi dengan orang lain. Dari cara ini kita akan mendapatkan sudut pandang baru dari orang lain, mengerti cara berpikirnya, menguji informasi yang ia dapatkan, bahkan bisa juga merubah keyakinan yang kita miliki.
Jika menemui perbedaan pendapat, jangan mudah emosi ya. Itu hal yang wajar kok. Kita butuh open minded terhadap perbedaan. Tidak semua orang memiliki keyakinan yang sama dengan kita. Dengan mendapatkan hal baru, kita memiliki kaya sudut pandang baik secara kognitif dan afektif. Perbedaan informasi dan keyakinan dengan orang lain mungkin saja tidak kita butuhkan untuk saat ini, tapi bisa berguna untuk akan datang.

5. Bermain Game Strategis

Hai gamers, kebiasaan kamu ini baik kok jika kamu mengetahuinya. Dan hanya sebagai hiburan saja jika tidak memahami manfaat lainnya. Bermain game yang bersifat strategis sangat melatih diri untuk berpikir kritis karena untuk meraih tujuan kamu dituntut untuk berpikir tentang kelebihan, kelemahan, ancaman, peluang, mengerahkan sumberdaya, menghindari musuh, melawan musuh, menentukan alternatif strategi, mengeliminasi solusi. So, sangat melatih untuk berpikir kritis.

Dalam sebuah lingkungan seperti di sekolah, lingkungan pendidikan sering sekali kita diingatkan untuk berpikir kritis. tetapi kemampuan ini bisa saja hanya menjadi sebuah jargon jika tidak kita latih terus menerus. Padahal banyak manfaat yang kita dapatkan dari cara berpikir ini.
Apakah merasa ingin mengembangkan kemampuan ini? Boleh juga kok kritis terhadap tulisan ini dan berikan tanggapan di kolom komentar ya.


0 komentar:

Posting Komentar