Coronavirus Ujian Kemanusiaan & Kepedulian



Coronavirus / Covid-19 / Corona sebuah virus yang awalnya berasal dari Wuhan, China. Virus ini menyerang system pernapasan manusia. Virus yang menyebar dengan cepat baik lewat perantara atau media maupun lewat interaksi jarak dekat. Perkembangan virus Corona di Indonesia per 24 Maret 2020 terdapat 686 kasus positif Corona, 30 diantaranya sembuh, dan 55 orang meninggal.

Corona memberikan dampak terhadap banyak aspek kehidupan. Mulai dari menurunnya pergerakkan bisnis, lesunya saham dan nilai rupiah, naiknya harga emas, berkurangnya interaksi dan mobilitas masyarakat dan dihimbau untuk di rumah saja sebagai upaya mengendalikan penyebaran virus Corona dan meningkatnya jumlah korban.

Di sisi lain, para garda terdepan yang menghadapi pasien yaitu dokter dan petugas Kesehatan juga tidak luput dari potensi terjangkit virus ini. Bahkan sudah ada beberapa dokter dan petugas Kesehatan meninggal. Selain itu, perangkat dan peralatan Kesehatan (Alat Pelindung Diri/APD) juga semakin berkurang dan tersedia dalam jumlah yang sedikit. Hal ini juga menjadi hambatan bagi Indonesia dalam menangani virus Corona.

Lebih parah lagi, harga barang-barang kesehatan dan kebutuhan primer lainnya semakin tinggi. Seperti harga handsanitizer  mencapai 2-3 kali lebih mahal. Sarung tangan plastik untuk petugas kesehatan juga mahal dan tidak terkendali distribusinya. Dengan semakin mahalnya barang-barang kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan pada saat pandemik Corona, dikhawatirkan akan terjadi panic buying atau masyarakat akan menjarah kebutuhan-kebutuhan primer dengan paksa. Hal ini bisa saja terjadi karena harga kebutuhan semakin naik tetapi daya beli masyarakat menurun karena bisnis dan ekonomi mengalami penurunan pendapatan.

Penulis menjadi teringat salah satu kisah krisis yang pernah dialami umat Islam zaman khalifah Umar bin Khattab yaitu krisis kekeringan. Menurut buku Umar bin Khattab karangan Muhammad Haikal, krisis tersebut mengakibatkan banyak orang meninggal karena kekeringan dan kelaparan. Umar bin Khattab sebagai khalifah sampai berdoa kepada Allah agar berakhirnya umat Islam jangan berada di bawah kepemimpinannya. Umar juga meminta pendapat kepada Ali bin Abi Thalib. Dan Ali pun menjawab bahwa saat mengalami krisis tersebut Ali merasa bersyukur.

Ali bersyukur karena dengan nilai dan ajaran Islam umat tidak saling bunuh untuk berebut makanan. Justru umat Islam saling membantu saat mengalami krisis. Yang memiliki kelebihan makanan dengan sukarela berbagi kepada yang membutuhkan, mereka saling tolong menolong. Hal ini sangat berbeda dengan zaman pra Islam dimana tidak ada kepedulian dan saling membantu. Memang dalam ajaran Islam diutamakan untuk saling membantu kepada sesama, sekalipun Bersama-sama dalam situasi krisis.

Kedua, penulis juga teringat spirit dari bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pancasila terutama sila kedua. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai tersebut sangat penting saat Indonesia menghadapi situasi sulit. Belajar dari zaman penjajahan dimana saat itu sangat buruk sekali nilai – nilai Kemanusiaan. Tetapi bangsa Indonesia Bersatu dan saling membantu untuk menegakkan Kemanusiaan. Para pejuang saling membantu dan peduli satu sama lain demi tujuan yang sama untuk merdeka dan lepas dari penjajahan.


Saat ini, bangsa Indonesia sedang diuji tidak hanya menghadapi Corona tetapi bagaimana nilai – nilai kemanusiaan, gotong royong, saling peduli untuk bersama – sama melawan Corona. Dengan adanya informasi bahwa barang – barang kebutuhan primer dijual lebih mahal, hal ini sangat merugikan banyak pihak. Bagi masyarakat ekonomi kelas menengah akan berpikir ulang untuk membeli. Apalagi masyarakat ekonomi kelas bawah sangat sulit membeli kebutuhan tersebut. Alat - alat tersebut dijual terbatas dan ada yang ditimbun, akibatnya tidak hanya masyarakat umum tapi juga para petugas medis kekurangan alat pelindung diri.

Dari sudut pandang bisnis, disaat momen krisis seperti ini khususnya industri atau bisnis yang berhubungan langsung menjadi keuntungan besar bukan dari segi materi tetapi untuk pengembangan bisnis baik dari segi pangsa pasar dan meningkatkan kepercayaan. Peralatan Kesehatan yang diijual dengan harga yang sebenarnya apalagi lebih murah akan sangat dibutuhkan dan dibeli masyarakat.

Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut sebab memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Sesuai dengan perkembangan karakteristik pasar yang lebih menginginkan adanya human spirit dari para pemasar. Perusahaan yang bisa menunjukkan kontribusinya dalam aspek sosial akan semakin diminati oleh pasar.
Semoga dengan adanya virus ini membuat kita semakin memiliki kepedulian dan meningkatkan jiwa kemanusiaan dari berbagai pihak mulai masyarakat, petugas kesehatan, pemerintah, wakil rakyat, pelaku bisnis dan semua kalangan.

0 komentar:

Posting Komentar