Bekerja di Perusahaan Berkembang & Perusahaan Besar. Kamu pilih yang mana?


Hai Visioners, kali ini Misio (admin VISIO) akan bercerita tentang pengalaman Misio bekerja di perusahaan berkembang dan perusahaan besar. Pengalaman ini Misio share agar jadi pertimbangan nih buat kamu memilih pekerjaan dan perusahaan yang cocok. Baik di perusahaan berkembang atau perusahaan besar masing-masing punya karakteristik lho. Jadi dengan tulisan ini harapannya kamu tidak kaget nanti dan bisa beradaptasi ketika sudah bekerja di perusahaan berkembang atau perusahaan besar.

Misio awal kali lulus kuliah tahun 2016, lalu bekerja di lembaga sosial semacam NGO yang memiliki program pembinaan karakter khususnya bagi remaja. Tapi bukan pengalaman itu yang ingin Misio certain. Setelah setahun di lembaga sosial tersebut, Misio mencari pengalaman bekerja di perusahaan. Sekitar 3 bulan lamanya, Misio jadi jobseekers, cari lowongan kerja sana sini di berbagai portal. Tidak ada teman sharing sama sekali, jadi Misio murni belajar dari pengalaman dan baca-baca internet.

Cara buat CV aja tidak tau dan akhirnya sering banget  ganti-ganti isi CV agar bisa menarik perusahaan. Sulitnya buat CV bukan nentuin desainnya tapi apa yang ingin disampaikan dalam daftar riwayat hidup. Pengalaman itu membuat Misio menghayati diri dan mencari sebenarnya pekerjaan apa yang dicari dan cocok buat Misio baik jangka pendek dan jangka panjang. Saat itu ada acara Workshop yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya untuk jobseekers. Dari acara tersebut membantu buat menemukan profesi yang sesuai dengan diri yaitu berhubungan pengelolaan sumberdaya manusia (SDM) atau Human Resources Development.

Setelah menemukan profesi apa yang paling dicari, maka membantu banget untuk menyiapkan diri mulai dari menyusun CV, persiapan belajar pengetahuan yang dibutuhkan dan artikel / wawasan terkait yang dibutuhkan. Rela beli buku untuk persiapan mencari kerja agar nanti saat ditanya pengetahuan bidang dari pekerjaan yang dilamar ada persiapan dan wawasan umum yang diketahui. Pengalaman mencari kerja ini sangat berkesan banget dan menjadi tantangan bagi pemuda Indonesia sekarang.

Bekerja di Perusahaan Berkembang

April 2018, Misio diterima bekerja sebagai staf HRD salah satu perusahaan di Surabaya. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) keamanan, menyediakan satpam bagi perusahaan. Klien perusahaan ada di beberapa daerah dan kota, mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Perusahaan ini sudah berdiri ± 15 tahun. Bukan perusahaan kecil karena sudah berada di berbagai kota dan jumlah tenaga kerja cukup banyak, klien perusahaan yang ditangani tidak hanya perusahaan dalam negeri (PMDN) tapi juga perusahaan asing (PMA).

Awal kali bekerja, Misio belum tau bakal dikasi jobdes apa. Masa orientasi membuat Misio tau kalau dunia HRD itu tidak melulu soal rekrutmen aja lho tapi juga beberapa pekerjaan yang berhubungan SDM. Saat itu ada beberapa bagian di departemen HRD yaitu rekrutmen, hubungan industrial, legalitas, kompensai & benefit, General Affair (GA). Misio tidak menjelaskan satu per satu ya, akan Misio bahas terpisah terkait bagian-bagian HRD. Pengalaman pertama sebagai HRD, Misio mendapat jobdes tentang Hubungan Industrial dan Legalitas. Tugasnya menangani kontrak kerja karyawan, penilaian dan evaluasi karyawan, hingga menangani karyawan yang mengundurkan diri (resign) atau putus hubungan kerja.

Pekerjaan tersebut banyak berhubungan dengan ilmu hukum, sedangkan Misio tidak banyak memiliki ilmu hukum lebih ke manajemen dan MSDM. Hal tersebut tidak membuat Misio kecil hati, kita harus open minded dan berani belajar dengan hal baru. Untungnya Misio teringat dengan pembicara Workshop Disnaker lalu Misio hubungi untuk memberi kabar bahwa Misio sudah mendapat kerja sebagai staf HRD. Ternyata Misio diajak untuk join di komunitas HRD yang beliau buat bersama rekan-rekan HRD se-Jawa Timur. Dan tidak lama ada acara diskusi yang temanya sesuai dengan jobdes yang Misio tangani. Beruntung banget kan, sebagai staf HRD baru langsung diajak gabung di komunitas HRD.

Dari acara tersebut, Misio mendapatkan banyak banget wawasan baru yang lebih dalam tentang Hubungan Industri. Ternyata sangat luas dan dalam sekali, syukurnya dari acara tersebut membuat Misio tau harus belajar dan ngapain aja untuk memahami pekerjaan di kantor. Oiya, saat itu kondisi perusahaan sedang ada pekerjaan besar untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial bahwa selama 2 tahun pekerja tidak memiliki hubungan kerja yang jelas.

Berdasarkan perundangan seharusnya pekerja sudah otomatis menjadi pegawai tetap. Namun karena kondisi perusahaan maka pekerja diharapkan menjadi karyawan kontrak atau diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Hal ini bukan masalah kecil, sebab banyak sekali yang harus dilakukan. Perlu melakukan pendekatan kepada karyawan agar mereka mau bekerja dengan ikatan kontrak. Jika dilihat keuntungannya dengan peraturan dan hukum tenaga kerja Indonesia tidak lebih baik jika dibandingkan menjadi pegawai tetap.

Dengan kondisi tersebut, Misio cukup terbantu dengan adanya komunitas profesi HRD untuk sharing, sistem perusahaan yang sudah terstandarisasi ISO serta komitmen direktur untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial. Banyak banget pengalaman, ilmu, dan tips komunikasi menghadapi karyawan yang baik-baik saja dan karyawan bermasalah. Setelah kondisi membaik dan masalah ada progress perbaikan, Misio ditambah pekerjaan lain yaitu menangani General Affair mulai dari kendaraan operasional dan legalitasnya. Akhirnya Misio bukan menjadi HR spesialis tetapi lebih banyak generalis karena menangani beberapa pekerjaan di departemen HRD.

Dengan pengalaman bekerja di perusahaan berkembang diatas, banyak hal yang bisa dipelajari dan jadi pengalaman banget buat Misio.
  1. Dalam sebuah perusahaan pasti memiliki sebuah masalah atau tugas atau project tertentu yang perlu dikerjakan / diselesaikan. Hal ini menjadi alasan mengapa perusahaan mencari SDM yang dinilai bisa membantu untuk menyelesaikan tugas dan project. Tidak mungkin perusahaan merekrut orang jika tidak ada lahan pekerjaan dan tugas yang perlu diselesaikan. Jadi Visioners jangan menganggap bahwa nantinya tidak ada pekerjaan/proyek/masalah yang perlu dihadapi. Kita harus menyiapkan diri sebaik-baiknya agar mendapatkan pekerjaan yang tepat dengan kondisi diri.
  2. Jika kita tidak menyiapkan diri dengan baik maka kita akan kesulitan dalam mencari pekerjaan terlebih menjalankan pekerjaan yang diamanahkan. Misio beranggapan bahwa Tuhan memberikan pekerjaan yang tepat kepada orang yang tepat, setelah Misio persiapan dan belajar sebelum mendapatkan pekerjaan maka setelahnya diberikan amanah yang sesuai dengan kondisi Misio dan perusahaan. 
  3. Jangan beranggapan bahwa perusahaan yang memiliki masalah sama dengan perusahaan yang tidak bagus, pekerjaannya sulit. Coba dikembalikan lagi dengan diri sendiri, lebih baik mana jika Visioners tidak ada pekerjaan. Selain itu, coba cek lagi dengan perencanaan karir dan kondisi diri, adakah sesuatu yang positif untuk menunjang karir kita. Coba pahami bahwa masalah pekerjaan yang kita hadapi akan menambah value diri, pengalaman, portofolio karir kita. Jadi, lakukan pekerjaan yang nantinya kita miliki dengan sebaik-baiknya.
  4. Bekerja di perusahaan berkembang, kita juga harus siap menangani pekerjaan lainnya yang sebenarnya bukan keinginan kita. Sebab perusahaan sedang berkembang lebih baik, bisa jadi karena jumlah SDM yang minim sehingga kita dibutuhkan untuk menangani pekerjaan lainnya. Artinya kita menjalankan spesialis tapi generalis. Tantangannya kita bisa multitasking dan mencari cara sekreatif mungkin agar bekerja dengan efektif efisien. Ingat, pekerjaan itu bisa menambah portofolio karir kita. 

Begitulah kisah Misio bekerja di perusahaan berkembang. Memang jika dillihat sekilas agak berat. Tetapi setelah kesulitan itu Misio bersyukur sebab banyak pengalaman dan menambah kemampuan Misio menjadi seorang praktisi HRD. Dan Misio merasa masih banyak yang perlu dipelajari lagi untuk mengelola SDM.

Setelah kurang lebih 1,5 tahun bekerja di perusahaan berkembang. Misio merasa ingin mendapatkan pengalaman baru bekerja di perusahaan besar, sekelas industri manufaktur. Proses Misio mencari lahan karir yang baru juga menarik lho. Misio melamar di beberapa perusahaan hingga ada 4-5 yang memberikan peluang. Banyak pilihan malah jadi bingung harus pilih mana heehhe.

Ada perusahaan startup, perhotelan, perusahaan Tbk, industri manufaktur. Nah, itulah keuntungan setelah 1,5 bekerja di perusahaan berkembang, banyak skill dan pengalaman atau perubahan diri yang bisa menjadi bekal karir berikutnya. Jadi, bagaimana masih ragu bekerja di perusahaan berkembang? Hehehe

Setiap perusahaan selalu ada kelebihan dan kelemahan, tinggal bagaimana kita memilih yang sesuai dengan perencanaan karir kita. Untuk bekerja di perusahaan besar, Misio ceritakan sedikit ya, karena Misio juga belum setahun bekerja di perusahaan saat ini. Semoga membantu Visioners untuk mencari dan memilih pekerjaan.


Bekerja di Perusahaan Besar

September 2019, Misio diterima bekerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, bergerak di bidang manufaktur perhiasan emas, sudah berdiri selama 38 tahun. Produknya juga berkelas dunia, banyak di ekspor keluar negeri baik Eropa atau Amerika. Misio diterima sebagai staf Hubungan Industrial, masih sama kayak bagian sebelumnya. Kali ini jumlah karyawannya sangat banyak sekali, jika dibanding dengan kantor sebelumnya maka karyawan di kantor sekarang 5 kali lipat, ± 3000 an karyawan.

Secara struktur organisasi juga sangat besar dan panjang. Hal ini sangat berbeda dengan kantor sebelumnya yang sangat ramping struktur organisasinya. Dengan SO tersebut, rekan kerja di perusahaan besar sangat banyak dan kita lebih khusus melakukan pekerjaan, menjadi seorang spesialis.

Secara sistem kerja juga lebih tertata sebagian besar sudah terstandarisasi dengan SOP. Hal  ini memudahkan untuk melakukan pekerjaan. Jika nantinya ada acara yang efektif efisien maka diharapkan bisa merubah SOP sehingga bekerja lebih optimal lagi. Bekerja dengan SOP memang memudahkan tapi ini bisa jadi jebakan rutinitas jika kita tidak mau untuk inovasi dan improvisasi. Untungnya perusahaan memiliki program agar inovasi berjalan untuk semua karyawan. Tetapi tantangannya adalah tidak semua karyawan memiliki banyak inovasi. Kemampuan dalam menangkap masalah adalah sebuah kemampuan, dan kemampuan menghasilkan solusi juga kemampuan lain lagi.

Agar kita bisa memberikan inovasi, maka kuncinya adalah kita harus terus belajar di bidang pekerjaan kita. Harus banyak membaca, sharing, mencari pengetahuan baru dengan ikuti komunitas, seminar, pelatihan, dll yang bisa kita terapkan di perusahaan. Artinya ada sesuatu yang harus terus kita perbarui yaitu ilmu dan kemampuan kita. Jangan sampai kita stagnan, sebab roda perusahaan bisa bergerak maju karena kualitas SDM nya juga. Jika karyawannya tidak melakukan inovasi maka perusahaan juga tidak bergerak maju.

Terakhir yang menjadi tantangan, saat inovasi sudah ditemukan maka selanjutnya adalah implementasi. Dengan kondisi perusahaan besar dengan jumlah karyawan dan struktur organisasi besar maka butuh adanya perjuangan lebih mulai dari meyakinkan gagasan solusi, menghadapi penolakan dan perbedaan hingga mengawal implementasi di lapangan, dan juga mengukur dampaknya terhadap kemajuan perusahaan untuk menjadi bahan evaluasi.


Bekerja itu Menghasilkan Perubahan

Nah sekarang, Visioners bisa memahami perbedaan bekerja di perusahaan berkembang dan perusahaan besar. Masing-masing memiliki tantangan yang berbeda-beda. Setiap pekerjaan memiliki tantangan dan resiko, dengan kondisi kita sekarang lebih siap menerima tantangan dan resiko yang mana. 

Bekerja itu tak melulu soal mendapatkan gaji berapa. Tapi apa yang bisa kita berikan kepada perusahaan. Meski kita sekarang belum memiliki banyak kelebihan, maka minimal apa upaya yang akan kita lakukan ketika nanti benar-benar diijinkan Tuhan untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap orang harusnya ada alasan mengapa dirinya harus diterima bekerja. Istilah ada value added, bargaining, nilai unggul. Kalau bargaining-nya kualitas maka yang mencari dan menerima kita juga perusahaan yang kualitasnya sebanding.

Bekerja itu menghasilkan perubahan. Siapkan diri kita agar bisa memberikan perubahan di tempat kerja kita sekarang atau nantinya. 

Mengutip dari Buya Hamka, “Kalau hidup sekedar hidup, monyet di hutan juga hidup. Kalau kerja hanya sekedar kerja, kerbau di sawah juga bekerja”.

0 komentar:

Posting Komentar