Membangun Kesadaran Era VUCA sebagai Persiapan Memasuki Dunia Kerja


Sudah berjalan 2 bulan pandemi Covid-19 tengah kita rasakan. Sejak diumumkan tanggal 2 Maret 2020 virus ini masuk ke Indonesia sampai sekarang jumlah korban terus meningkat. Efek terhadap bisnis dan semua sektor sangat signifikan. Dan kapan krisis ini berakhir tidak ada rujukan yang pasti untuk dipercaya sebab kondisi ini benar-benar kondisi baru yang kita alami. Kondisi serba tidak pasti, perubahan sangat cepat terjadi hingga membuat dunia seakan-akan lumpuh untuk sementara.

Di tengah kondisi ketidakpastian ini, saya jadi teringat dulu tepat di awal bulan Desember memberikan sebuah wawasan tentang persiapan memasuki dunia kerja kepada mahasiswa di salah satu universitas negeri di pulau garam, salah satu daerah di Jawa Timur.

Saat itu saya bersama teman-teman dari komunitas yang saya ikuti dan saya bagian dari koordinator tim komunitas Human Capital Community, komunitas profesi para Human Resources Development. Kami sering di undang untuk mengisi workshop baik di universitas dan pemerintahan.

Di kesempatan tersebut, kami diundang bersama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur untuk mengisi seminar atau workshop tentang Persiapan Memasuki Dunia Kerja. Peserta yang hadir kurang lebih sebanyak 400 peserta di sebuah aula kampus dan dihadiri oleh mahasiswa dari semua tingkat semester, serta workshop ini juga dibuka untuk umum. Kami dari tim komunitas HCC datang sebanyak 5 orang untuk mengisi seminar tersebut dengan beberapa tema yang disampaikan oleh masing-masing pembicara.

Workshop & Talkshow Persiapan Dunia Kerja di Universitas Trunojoyo bersama Human Capital Community
Di seminar itu ada beberapa topik yang kita sampaikan. Pertama, kondisi tenaga kerja di Indonesia dan khususnya di Jawa Timur. Kedua, tentang bagaimana membuat CV kerja yang baik dan benar. Ketiga, cara menghadapi interview kerja agar bisa diterima dan mendapatkan pekerjaan. Ke empat tentang Hubungan Industrial dalam dunia kerja. Kelima, tentang Era VUCA di dunia kerja.

Pada materi pertama, pemateri dari Disnaker Jatim memberikan penjelasan tentang bagaimana kondisi dunia kerja, pasar tenaga kerja dan kebutuhan akan tenaga kerja serta kompetensi yang diharapkan. Beliau menyampaikan ada dua poin penting yang menjadi isu utama dalam dunia kerja yaitu terjadinya lonjakan jumlah tenaga kerja atau biasa kita sebut dengan bonus demografi. Kondisi dimana usia produktif kerja semakin meningkat dan akan terjadi selama sepuluh tahun ke depan hingga tahun 2030. Kedua adalah dengan kondisi jumlah tenaga kerja yang meningkat tetapi kondisi kompetensi atau kemampuan tenaga kerjanya masih belum sesuai dengan kebutuhan industri. Sehingga kondisi ini menjadi timpang antara kondisi pekerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Kenapa terjadi ketimpangan? Hal ini disebabkan karena perubahan dunia kerja yang bergeser ke arah digital dan kondisi pekerja masih belum mumpuni. Ditambah lagi kondisi pekerja mulai tingkat sekolah menengah (SMA) memiliki harapan atau ekspektasi tinggi terhadap pekerjaan yang mereka dapatkan nantinya. Maka dengan kondisi tersebut, Disnaker Jatim bersama dengan Gubernur telah membuat solusi bagi pekerja di Jatim yaitu berupa Milenial Job Center (MJC).
Millenial Job Center | photo by MJC Jatim

Program MJC ini akan memberikan pelatihan kepada pekerja Jatim yang kebanyakan adalah generasi Milenial. Pemprov bekerja sama dengan perusahaan yang sukses dalam dunia digital seperti Go-Jek dan Bukalapak. Tidak hanya membentuk skill tapi juga akan dibentuk ekosistemnya melalui program MILEA (Millenial Incubation for Enterpreunership & Invoation). Sebab saat ini ada beberapa pekerjaan baru yang muncul tetapi tidak banyak yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

Itulah beberapa program yang disiapkan oleh pemprov Jatim untuk membantu tenaga kerja Milenial yang mendominasi jumlah tenaga kerja di Jatim dan Indonesia. Buat kamu yang ingin tau lebih jelas tentang MJC  dan MILEA  bisa lihat disini.

Setelah pemaparan dari Disnakertrans Jatim, giliran kami dari HCC menyampaikan materi kedua hingga terakhir. Materi kedua tentang pembuatan CV masih sangat relevan untuk jobseekers karena masih banyak yang belum memahami bagaimana menulis dan mengemas CV dengan baik. Kebanyakan berfokus pada desain CV dan kurang dalam isi/inti profil yang disajikan. Sehingga membuat HRD menerka-nerka potensi kandidat bahkan bisa jadi tidak dilihat jika CV nya tidak menarik secara isi. CV dengan desain yang sangat bagus lebih relevan dengan pekerja dengan background desain karena butuh untuk menampilkan portfolio desain dan menjadi ukuran HRD untuk menilai kandidat.

Selain itu, bagaimana kandidat dalam menghadapi interview masih ditemukan banyak pola-pola kandidat yang salah kaprah dan cenderung tidak percaya diri menghadapi interview. Masalah yang sering ditemukan seperti datang terlambat/mepet, pakaian yang tidak sopan/rapi, cara menjawab yang ragu-ragu, tidak bisa menjelaskan profil dengan baik. Hal ini bukan masalah yang sederhana karena interview adalah tahap yang bisa menentukan ketertarikan HRD terhadap kandidat. Dan tahap ini menjadi ajang kandidat untuk benar-benar menunjukkan dirinya yang tidak bisa dijelaskan dengan 1-2 lembar CV.

Bekal lain yang kami berikan kepada peserta seminar adalah tentang Hubungan Industrial. Hah apa itu? Tahap yang sebelah mana dalam mencari kerja? Memang istilahnya agak asing di telinga, tetapi masalah ini menjadi masalah kebanyakan perusahaan terhadap pekerjanya. 

Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai nilai Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UU no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 1 ayat 16).

Hubungan Industrial / Industrial Relation juga perlu dipahami oleh pekerja baru. Pekerja saat sebelum dan setelah diterima kerja harus memahami ketentuan ketenagakerjaan. Pekerja terikat dengan perusahaan pasti memiliki hubungan kerja atau ikatan kerja. Umumnya dalam bekerja kita terikat dengan dua perjanjian kerja yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) biasanya disebut dengan perjanjian kontrak dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) biasanya disebut perjanjian kerja untuk pegawai tetap. Pencari kerja bisa menanyakan status hubungan kerja saat nanti diterima kerja kepada HRD, dan apakah ada peluang untuk menjadi pegawai tetap.

Selain itu, dalam hubungan kerja juga terdapat Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dimana perjanjian tersebut melandasi isi dan pasal yang ada di perjanjian kerja PKWT atau PKWTT. Sebab PP/PKB sudah dibuat dan disepakati oleh perusahaan dan seluruh pekerja/serikat pekerja. Dalam PP/PKB ada peraturan yang harus ditaati oleh karyawan. 

Oleh karena itu, di awal akan disampaikan sekilas kepada kandidat tentang peraturan perusahaan untuk menguji kesiapan kandidat untuk menyesuaikan dengan budaya dan peraturan perusahaan. Sehingga dengan mengetahui Hubungan Industrial maka pekerja bisa mempertimbangkan prospektus karir daru sistem hubungan kerja yang diterapkan perusahaan dan kesiapan diri terhadap peraturan dan budaya perusahaan.

Di sesi materi terakhir, kami memberikan wawasan tentang era VUCA. Pada sesi ini kami ingin lebih dekat dengan peserta dan menanyakan tentang VUCA. Apalagi pesertanya banyak dari generasi Milenial, suara mahasiswa tentu lebih keren dan biasanya memiliki banyak informasi hasil berselancar di sosial media dan gawainya.

Saat kami menanyakan adakah yang tau tentang disrupsi? Tak ada suara sama sekali. Lalu kami turun panggung untuk lebih dekat dan mendengar barangkali ada suara bisikan-bisikan. Adakah yang tau tentang disrupsi? Hening…. Adakah yang tau tentang VUCA? Dan untuk sekian kali bertanya tetap hening. Ternyata tidak semua mengetahui tentang disrupsi, tentang VUCA. Hal ini membuat kita tersadar bahwa meski hidup di dekat kota besar dan informasi di media sangat banyak tapi belum tentu semua mengetahui VUCA. Seperti ada batasan informasi kehidupan di kota besar atau kota industri dengan kota non industri atau kota/kabupaten berkembang.

400 peserta mengikuti Workshop Persiapan Dunia Kerja
Akhirnya kami menjelaskan tentang apa itu VUCA. Sebuah akronim atau singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity. VUCA awalnya digunakan dalam dunia militer. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan medan perang yang berkabut sehingga kondisinya sulit dikendalikan, tidak pasti, kompleks dan ambigu. Perlahan istilah ini juga digunakan dalam dunia bisnis. Dan saat ini dunia kerja sedang berada di era VUCA, terjadi disrupsi sebagai akibat dari revolusi industri 4.0.

Volatility, kondisi dimana perubahan sangat cepat terjadi di bidang apapun seperti perubahan bidang keuangan, hadirnya smartphone, dan artificial intelligence (AI). Uncertainty, banyak kondisi tidak pasti sehingga membuat skill, pendidikan, pekerjaan dan bisnis yang kita jalani saat ini belum menjamin selamanya akan sukses dan berjalan terus. Complexity, semakin banyak faktor yang perlu diketahui untuk tetap sukses sebab pemain tak terlihat muncul dan variabel masalah baru datang dengan cepat. Ambiguity, terlalu banyak faktor yang membingungkan dalam mengambil keputusan sehingga harus banyak berpikir ulang karena bisnis tidak berjalan seperti biasanya.

Sebagai pemuda dan pencari kerja sangat penting mengetahui tentang VUCA. Karena dunia sedang banyak mengalami perubahan. Seperti yang disampaikan oleh disnaker bahwa perubahan teknologi membuat banyak perubahan kebutuhan di industri. Pekerjaan baru yang belum pernah ada semakin bermunculan. Sedangkan kemampuan yang dimiliki pekerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Ditambah lagi perubahan begitu cepat, kita masih proses menekuni kemampuan tertentu bisa jadi akan ada perubahan lagi.

Jika kita tidak mengetahui dunia sedang di era VUCA maka kita tidak bisa mengatur langkah yang tepat termasuk dalam merencanakan karir, mencari pekerjaan dan meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan baik hardskills dan softskills. Selain itu, dampak yang lebih besar lagi adalah bagi bangsa Indonesia yang akan mengalami bonus demografi dengan meledaknya jumlah tenaga kerja, jika tidak mampu menyiapkan diri di era VUCA maka akan menjadi bencana bagi kemajuan Indonesia.

Panitian, Peserta dan Tim HCC
Ini adalah sebuah era baru, era yang tidak pernah kita alami sebelumnya. Perubahan besar terjadi begitu cepat. Sebagai perusahaan dan sebagai professional yang menangani sumberdaya manusia maka menjadi konsen kami untuk membangun kesadaran kepada calon pekerja agar memiliki pemahaman yang sama dan membangun paradigma yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga akan memudahkan perusahaan dan bisnis dalam menghadapi VUCA dan menjaga eksistensi perusahaan demi bersama kontribusi untuk kemajuan Indonesia dalam ekonomi dan SDM Unggul.

“Manusia bukanlah berubah bersama zaman, mereka merubah zaman” -P.K. Shaw-

0 komentar:

Posting Komentar